Page 113 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 113
BAB 6
ERA EKONOMI LIBERAL
ra 1850-1870 merupakan periode kemajuan perdagangan untuk
kawasan negara-negara Eropa. Belanda mendapat keuntungan
E yang sangat besar dari situasi yang sangat kondusif tersebut.
Bersamaan dengan maju pesatnya perdagangan di Eropa, revolusi
industri juga menjadi sebuah gejala yang sedang tumbuh di sana. Pabrik-
pabrik bermunculan dan berkembang dengan cepat bagai cendawan
di musim hujan. Jalan-jalan kereta api bermunculan di mana-mana,
pelayaran maju dengan pesat, dan bank-bank berdiri di berbagai kota
1
untuk menopang sistem perekonomian yang sedang tumbuh. Maka,
tidak dapat disangsikan lagi bahwa kebijakan culturstelsel yang pada
saat itu sedang dijalankan di Indonesia telah ikut ambil bagian dalam
membangun kembali ekonomi Belanda secara besar-besaran, di samping
juga memasukkan jutaan gulden kekayaan ke dalam perbendaharaan
2
negeri Belanda. Ekspansi perdagangan internasional Belanda terutama
disebabkan oleh berkembangnya hasil-hasil perkebunan dari Hindia
Belanda dan meningkatnya perdagangan transito. 3
Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi Negeri
Belanda, pada saat itu juga ada usaha untuk melakukan reformasi dalam
politik kolonial yang erat kaitannya dengan nasib wilayah koloni mereka
yaitu Hindia Belanda. Pada tahun 1854 disahkan Regerings Reglement (RR)
1 F.J. Brugman, Paardenkracht en mensenmacht: Social-economische geschiedenis van Nederlandsch,
1795-1940, (‘s-Gravenhage: 1961), hlm. 201-250.
2 Perekonomian Negeri Belanda runtuh setelah Belgia memisahkan diri dan di wilayah
jajahannya, Hindia Belanda, pecah perang besar yang terkenal dengan Perang Diponegoro
atau Perang Jawa.
3 Brugmans, op. cit., hlm. 241-245.
95

