Page 406 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 406
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
maya dan konstitusi tersebut harus berkembang menjadi hukum yang
mengatur kehidupan di dunia maya. Terciptanya konstitusi yang
jelas di dunia maya yang didukung rancangan arsitektur jaringan
yang tepat, diharapkan bisa menjadi sumber berkembangnya super
ego di dunia maya seperti halnya di dunia nyata.
Penutup
Berdasarkan uraian di atas, maka pengembangan super ego di
dunia maya sudah menjadi suatu kewajiban. Dunia maya sebagai suatu
lingkungan yang terbentuk dari jaringan komunikasi antar komputer
di seluruh dunia harus mampu menjadi sarana pengembangan super
ego, baik pada physical layer, logical layer maupun information layer.
Saat ini teknologi yang mendukung perkembangan super ego
pada layers atau lapisan-lapisan pembentuk dunia maya tersebut
memang belum banyak dikembangkan, terutama dalam logical layer
dan information layer. Hal ini dapat dipahami karena perkembangan
teknologi dunia maya belum banyak memberikan perhatian khusus
terhadap hal tersebut, namun mimpi harus mulai dibangun. Sama
halnya seperti pada masa individu hanya bisa berkomunikasi via
perantara seperti surat tertulis, maka mimpi tentang surat yang
bisa berbicara dan bertatap muka secara langsung sebagai sesuatu
yang seperti mustahil kiranya akan benar-benar dapat terjadi.
Kenyataannya saat ini komunikasi dengan perantara dapat dilakukan
dengan berbicara dan bertatap muka secara langsung seperti pada
komunikasi synchronous via computer mediated communication.
Salah satu teknologi nyata yang mulai memperhatikan
pengembangan super ego dalam dunia maya dilakukan dalam
tingkat physical layer oleh Riederer, Kim, Chaintreau, Korulla, dan
Lattanzi (2016). Dunia maya dengan anonimitasnya memungkinkan
individu untuk memiliki identitas yang berbeda sama sekali dengan
identitas di dunia nyata, bahkan memungkinkan individu untuk
menggunakan identitas orang lain. Kondisi ini berusaha diatasi
dengan kemampuan sistem untuk melacak identitas asli pengguna
melalui lokasi geografi snya (Riederer, Kim, Chaintreau, Korulla, &
Lattanzi, 2016). Perkembangan teknologi di masa depan diharapkan
dapat menggunakan kunci lokasi geografi s untuk mendeteksi secara
374

