Page 262 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 262

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            mengenai manfaat dan kegunaannya, serta  dilakukan berdasarkan
            ketertarikan pada barang semata, hanya akan mengakibatkan
            pembelian barang yang sia-sia (Astuti, 2013). Di satu sisi mereka
            adalah calon intelektual yang memiliki tugas utama belajar dan
            menuntut ilmu untuk masa depan, namun di sisi lain mereka adalah
            konsumen yang juga memiliki “hak berbelanja”.  Ibaratnya mereka
            berdiri di persimpangan jalan: punya tugas belajar sekaligus ingin
            belanja bahkan jika perlu belanja yang banyak dan menyenangkan
            hati.  Maka sangat disayangkan jika perilaku ini menyebabkan tugas
            utama mereka terabaikan dan hasilnya menjadi tidak maksimal.
                 Perilaku konsumtif melalui belanja  online seperti sebuah
            lingkaran tak berujung, selalu berputar dan membelenggu para online
            shoppers.  Mereka cenderung “rela” berbelanja berlebihan, berulang-
            ulang, membeli yang diinginkan kendati tidak dibutuhkan atau biasa
            dikenal dengan “lapar mata”. Demikian perilaku itu berlangsung dan
            sulit dikendalikan. Perilaku konsumtif diawali dengan munculnya
            keinginan berlebihan untuk memiliki suatu barang. Keinginan
            tersebut bukan didasarkan pada kebutuhan, tetapi sekedar simbol
            status agar terlihat baik di mata orang lain (Fitriyani, Widodo &
            Fauziah, 2013).


            Online Shopping di Kalangan Mahasiswa Indonesia

                 Maraknya gaya belanja  online di kalangan mahasiswa manarik
            perhatian beberapa peneliti muda, dan hasil penelitian yang
            ditemukan cukup bervariasi. Penelitian Pratiwi (2013) dengan
            menggunakan  metode kualitatif pada enam mahasiswa sebuah PTN
            di Semarang menemukan bahwa belanja online merupakan cara yang
            paling disukai mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-
            hari karena kemudahan aksesnya tanpa harus mendatangi toko. Hal
            ini berdasarkan alasan bahwa  lokasi tempat tinggal atau kampus
            mereka  jauh dari pusat pertokoan, sehingga belanja online menjadi
            cara yang lebih disukai karena lebih praktis dan menghemat waktu.
            Penelitian tersebut juga menemukan bahwa jenis produk yang banyak
            dibeli kalangan mahasiswi adalah sepatu, tas dan barang personal.
                 Penelitian Marindi dan Nurwidawati (2015) pada 180 orang
            mahasiswa sebuah PTN di Surabaya menemukan bahwa perilaku




          230
   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267