Page 266 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 266

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            mahasiswa karena  sulit mengontrol langsung aktivitas mahasiswa.
            Alternatif yang paling memungkinkan adalah menyasar mahasiswa
            pelaku belanja  online itu sendiri dengan memanfaatkan media
            edukasi, untuk mencegah maupun meminimalisir perilaku konsumtif
            belanja  online  mereka.  Edukasi dapat  dilakukan melalui “agen”
            terdekat  mahasiswa yang diharapkan mampu membawa perubahan
            perilaku ke arah positif.  Agen-agen yang dapat digunakan adalah staf
            pengajar dan peer group.
                 Staf pengajar. Staf pengajar merupakan agen yang bisa memiliki
            kontribusi besar dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa
            karena mereka memiliki frekuensi bertemu mahasiswa yang cukup
            sering dalam keseharian. Staf pengajar disini adalah dosen mata
            kuliah apapun, tidak harus yang berhubungan dengan konsumen.
              Edukasi  diberikan secara tersamar  (hidden) dengan menyelipkan
            dalam pembelajaran kuliah informasi yang mendidik dan menarik
            mengenai gaya hidup sehat, gaya belanja sehat dan pentingnya
            menjadi konsumen cerdas. Ini sebenarnya lebih berupa pembelajaran
            moral dan nilai-nilai kesederhanaan, serta pembelajaran tentang
            menjadi pribadi yang lebih sehat secara psikologis.
                 Peer group. Bagi mahasiswa peer group merupakan salah satu
            kelompok referensi yang memiliki daya lekat tinggi.  Peer group
            dapat berasal dari teman kuliah, teman tinggal satu kos, atau
            teman dalam organisasi. Mereka dapat memberikan pengaruh besar
            dan menjadi penyedia berbagai informasi, dan umumnya mereka
            adalah teman sebaya.  Peer group dapat menjadi agen yang ampuh
            untuk menyampaikan informasi mengenai dampak buruk perilaku
            konsumtif atau sebaliknya menyampaikan informasi mengenai
            bagaimana menjadi konsumen yang baik. Hal ini disebabkan  tingkat
            kepercayaan antar teman biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan
            staf pengajar atau orang lain yang usianya jauh berbeda.
                 Beberapa agen eksternal lain sebenarnya juga dapat digunakan
            sebagai media pengendali perilaku konsumtif, misalnya  media
            massa termasuk internet, namun  harus dipilih media yang tepat.
            Hal ini penting karena pada kenyataannya godaan terbesar justru
            berasal dari media massa dan internet yang gencar memperlihatkan
            dan menawarkan produk dengan mengatasnamakan kebebasan
            berdagang. Maka, sasaran utama dalam mencegah atau meminimalisir



          234
   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271