Page 260 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 260
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
perdagangan dan penjualan komoditas baru yang dulu tidak
terbayangkan, seperti jual beli perangkat lunak komputer, fi lm, lagu,
kebutuhan rumah tangga, produk fashion, sampai layanan tiket
pesawat dan hotel. Tokopedia, Zalora, Lazada, Bukalapak, Blibli,
OLX, Elevenia, Kaskus, Traveloka adalah contoh-contoh situs yang
beroperasi di dunia maya, belum termasuk Facebook atau Instagram
dan masih banyak lagi media online lainnya yang menawarkan cara
mudah dalam berbelanja.
Perilaku berbelanja online nampaknya telah menjadi tren
baru berbelanja bagi masyarakat Indonesia. Mengutip hasil survei
Nielsen Global Survey of Lubis (2014) E-Commerce,Q1, Lubis (2014)
mengatakan bahwa sekitar setengah dari konsumen Indonesia
berencana untuk membeli secara online tiket pesawat (55%) serta
melakukan pemesanan hotel dan biro perjalanan (46%) dalam enam
bulan ke depan. Empat dari sepuluh konsumen (40%) berencana
untuk membeli buku elektronik (ebook), hampir empat dari sepuluh
konsumen berencana untuk membeli pakaian/aksesori/sepatu
(37%), dan lebih dari sepertiga konsumen merencanakan untuk
membeli tiket acara (34%) secara online. Data tersebut menunjukkan
besarnya minat masyarakat berbelanja online meskipun tidak ada
informasi yang menunjukkan perilaku konsumtif. Namun demikian
yang menarik adalah bahwa produk yang dibelanjakan berkaitan
dengan produk bertema “kesenangan” seperti pakaian, aksesori, tiket
pesawat, dan hotel. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa belanja online
merupakan sarana mudah untuk memenuhi kebutuhan kesenangan
atau kenikmatan.
Tren berbelanja online tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga
di negara lain. Magee (Saprikis, Chouliara, & Vlacopoulou, 2010) yang
meneliti mahasiswa di beberapa universitas di Yunani menyebutkan
bahwa saat ini pertumbuhan jumlah online shopper lebih besar
daripada pertumbuhan pengguna internet, yang mengindikasikan
bahwa pengguna internet ternyata menyukai belanja online. Menurut
penelitian tersebut, produk yang menjadi favorit untuk dibeli adalah
komputer berupa baik hardware maupun software (68,2 %) dan
produk lain seperti tiket wisata, barang elektronik, DVD, dan buku.
Pakaian, sarana kesehatan, perhiasan, dan makanan menempati
prosentase di bawah 20%. Hal ini berbeda dengan produk paling
228

