Page 261 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 261

Online Shopping pada Mahasiswa: Belanja di Persimpangan Jalan

             populer yang dibeli oleh konsumen Indonesia, berupa produk jasa
             wisata. Survei Changchit (2006) pada mahasiswa di Amerika Serikat
             menemukan bahwa alasan mereka melakukan belanja  online
             adalah karena kemudahan dalam menjalankan transaksi, merasa
             mendapatkan keuntungan, dan mendapatkan pengalaman positif.


             Online Shopping dan Perilaku Konsumtif

                  Penjualan dan pembelian  merupakan aktivitas belanja yang sering
             dilakukan konsumen, khususnya kaum perempuan, untuk memenuhi
             kebutuhan. Berbelanja merupakan aktivitas yang biasa dilakukan
             sehari-hari,  namun  menjadi berbeda jika  dilakukan tanpa kendali,
             jika barang yang dibeli bukan berdasarkan kebutuhan, serta tidak
             mementingkan kegunaan  atau manfaat dari barang yang dibeli.  Gaya
             belanja seperti ini sangat mungkin terjadi pada sistem belanja online,
             karena teknologi informasi yang semakin canggih dapat memfasilitasi
             akses ke situs-situs belanja online dengan mudah,  sedangkan proses
             pembelian sampai pembayarannya juga tidak sulit. Konsumen dapat
             mengakses situs belanja dalam hitungan menit melalui  smartphone,
               tablet, laptop,  personal computer dan piranti canggih lainnya, sehingga
             belanja online menjadi aktivitas yang menyenangkan. Barang-barang
             yang ditawarkan juga sangat beragam jenisnya, ditawarkan dengan
             harga bervariasi dan dengan display yang menarik. Melalui belanja
             online, konsumen dapat menghemat waktu karena tidak perlu datang
             ke toko konvensional serta mengantri untuk membeli atau membayar.
                  Dari sekian banyak segmen pembeli, mahasiswa – lebih spesifi k
             lagi mahasiswi - termasuk segmen yang dapat dikatakan gemar
             berbelanja  online  bahkan disinyalir sampai pada taraf konsumtif.
             Mereka merupakan konsumen unik yang sebenarnya “tidak pantas”
             dan sangat disayangkan jika sampai menjadi konsumen yang
             konsumtif. Mereka umumnya belum mandiri secara fi nansial, masih
             tergantung pada orang tua.  Mahasiswa yang tinggal jauh dari orang
             tua kemungkinan tinggal di rumah kos atau menumpang di rumah
             saudara,  sehingga memerlukan biaya ekstra. Belanja online berlebihan
             dapat membuat mereka “tenggelam” dalam kebiasaan boros, hedonis
             atau materialistis. dan tentu saja juga tidak sehat secara psikologis.
             Pembelian barang yang dilakukan tanpa pemikiran terlebih dahulu




                                                                                      229
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266