Page 263 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 263
Online Shopping pada Mahasiswa: Belanja di Persimpangan Jalan
konsumtif yang muncul pada mahasiswa di perguruan tinggi tersebut
didorong oleh kepuasan yang diperoleh melalui belanja online. Ketika
konsumen merasa puas setelah berbelanja online, maka ia akan
mengulanginya, demikian berlangsung terus-menerus dan berulang-
ulang sehingga menjadi konsumtif.
Penelitian Thohiroh (2015) dengan metode kualitatif pada
mahasiswi sebuah PTS di Solo, Jawa Tengah, menemukan bahwa
mahasiswi yang menjadi responden melakukan belanja online secara
berlebihan, melakukannya karena kesenangan dan secara impulsif.
Perilaku berbelanja seperti itu sudah menjadi gaya hidup. Mereka
rela menjual barang berharga seperti anting-anting, kamera, atau
handphone untuk membeli barang yang diinginkan. Mereka juga
rela makan seadanya asalkan dapat membeli baju bermerek dengan
model berbeda, serta merasa bangga memiliki banyak pakaian dan
dapat memakai pakaian yang berbeda-beda.
Penelitian Wardani, Wahyuni dan Sunarya (2014) mengenai
perilaku membeli online pada pelajar dan mahasiswa di Singaraja,
Bali menemukan: (1) manfaat, kemudahan, keamanan dan reputasi
adalah faktor yang mendorong responden melakukan belanja online;
(2) dampak dari kepercayaan terhadap belanja online adalah niat beli,
loyalitas dan konsumerisme; (3) niat beli ditandai dengan niat untuk
membeli kembali produk secara online karena percaya terhadap belanja
online, karena memberikan manfaat dan kemudahan, serta niat
untuk membeli kembali pada produk yang sama ataupun produk lain;
(4) loyalitas ditandai dengan pembelian berulang, merekomendasikan
dan retensi; (5) konsumerisme ditandai dengan membeli produk
demi menjaga penampilan diri dan gengsi, karena kesenangan, dan
munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan harga mahal
akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi; (6) lebih dari 75%
responden memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap belanja online;
(7) faktor paling dominan yang mempengaruhi kepercayaan responden
terhadap belanja online adalah faktor keamanan yang mempengaruhi
kepercayaan; (8) dampak paling dominan yang terjadi akibat adanya
kepercayaan terhadap belanja online adalah niat beli.
Penelitian Nisa (2013) pada mahasiswa sebuah PTN di Jakarta
menemukan bahwa faktor shopping enjoyment atau kesenangan
berbelanja berpengaruh signifi kan terhadap belanja online. Mahasiswa
231

