Page 188 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 188

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            kecilnya berniat melaksanakan aksi pengeboman, sedangkan WF
            masih membutuhkan jalan berliku:

                 “Sejak peristiwa Ambon itu, saya berpikir juga bahwa fi sik
                 juga diserang. Dari situ saya coba mulai, mulai dulu ikut
                 bela diri…cari-cari lah kelompok yang menyiapkan diri ini,
                 cari-cari kemana-mana nggak ketemu… itu karena semua
                 serba rahasia, semua serba tertutup, dan saya sendiri
                 sudah mulai menyesali, kenapa dulu nggak berbaiat ke JI
                 dan sebagainya. Akhirnya saya datang ke tempatnya Pak
                 AB (Putra ustadz ABB di Ngruki). Saya bilang, pak saya
                 ingin bai’at ke JAT. Akhirnya saya baiat dengan JAT….”
                 (Wawancara dengan WF di Rutan Markas Brimob Kelapa
                 Dua, Depok)


                 Jihadisasi terjadi saat individu dalam kelompok diskusi  online
            mulai mengadopsi  jihad qital sebagai satu-satunya jalan dalam
            perjuangan. Kelompok yang telah menetapkan tujuan bersama
            mulai bertukar informasi tentang target, metode dan rencana aksi
            yang dilakukan tanpa kehadiran organisasi. Selain itu diskusi dan
            pertukaran informasi tentang strategi, ketrampilan teknik tempur,
            merakit bom dan pengetahuan tentang senjata juga biasa dilakukan.
            Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya ideologisasi jihad, karena
            mereka menemukan  partner  virtual  untuk berkomitmen dalam
            melakukan  aksi kolektif. Hal ini diperkuat dengan adanya persepsi
            bahwa dirinya menjadi bagian dari massa yang kritis yang mendorong
            untuk terjadinya  aksi kolektif.  Seperti dijelaskan oleh SF berikut:
                 “Setelah bertemu, lalu ketemu lagi… kita mulai membahas
                 aksi untuk mendukung muslim Rohingya. Saat itu kita
                 berencana akan meledakkan kedubes Myanmar….sebagai
                 balasan..saya     yang     ditugaskan     meracik    bomnya…”
                 (Wawancara dengan SF di Lapas Porong).

                 Seperti SF, WF juga berketetapan bahwa solusi dari permasalahan
            umat Islam adalah dengan jihad. Seperti yang ia jelaskan:


                 “…saya dan umat Islam seperti saya ini terancam. Saya
                 punya pemikiran seperti itu. Kalo saya tidak melawan, baik
                 bersama-sama maupun seorang diri, cepat atau lambat saya
                 akan tereleminasi. Baik dari segi pemikiran saya, maupun
                 dari segi fi sik saya…jihad itu salah satu solusi bukan satu-
                 satunya solusi. … saya sudah menerima bahwa saya melihat


          156
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193