Page 187 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 187

Radikalisasi Online Kelompok  Teroris di Indonesia

             bahan peledak. Ia menjelaskan awal keterlibatannya dimulai dari
             mencari informasi dan bacaan yang berkaitan dengan pengetahuan
             tentang jihad serta perjuangan Islam melalui Internet. Pencariannya
             di Internet didorong oleh rasa tidak puas pada guru ngajinya yang
             dianggap sudah berorientasi mengejar materi dunia. WF yang suka
             membaca juga tidak sepaham dengan teman-teman di lingkungan
             tempatnya bekerja. Ia memutuskan keluar dari tempat kerja, karena
             bosan dengan rutinitas yang monoton. WF pernah menjadi wartawan
             media Islam dan pada saat itulah ia mulai mencari materi dan hal-hal
             baru yang berkaitan dengan isu dalam pergerakan Islam. Ia kemudian
             menemukan bahwa penindasan dan penyerangan orang kafi r terhadap
             orang Islam ternyata belum selesai.  Saat itu ia tertarik dengan Aman
             Abdurrahman, pendukung  ISIS di Indonesia, yang banyak dijadikan
             rujukan. WF mengagumi Aman sebagai orang yang hebat, yang dalam
             waktu singkat mampu mengubah orang banyak.

                   “…akhirnya yang cukup menarik hati, itu kelompoknya Aman
                   Abdurrahman. Memang ini masih muda, ke Afganistan juga
                   nggak, ini juga nggak, itu juga nggak, tapi kok bisa cepet,
                   mengubah orang.. cepet sekali….akhirnya saya mencoba
                   tanya-tanya.. saya diberi tahu untuk cari di Internet aja,
                   ada banyak kok… udah di Internet ada, tak bukak, del..del..
                   del… Nah itu…. kenak…. pemikiran saya terbentuk disitu,
                   saya seperti terseret ke jaman SMA, disuguhi foto perang,
                   foto perang banyak…” (Wawancara dengan WF di Rutan
                   Markas Brimob Kelapa Dua, Depok)


                  Penjelasan dari kedua narapidana teroris tersebut adalah contoh
             bagaimana Internet menjadi media yang dapat memenuhi kebutuhan
             epistemik mereka akan ideologi tertentu (Kohler, 2015;  Kruglanski,
             2001). Pencarian di Internet yang dilakukan oleh keduanya didasari
             kebutuhan akan identifi kasi diri. Internet memberikan jalan untuk
             menemukan kelompok orang yang memiliki ketertarikan dengan
             ideologi yang sama, yang sesuai dengan keyakinannya.
                  Selain identifi kasi tahap komitmen dan indoktrinasi terjadi
             melalui proses  adaptasi terhadap pandangan atau ideologi radikal
             dari kelompok diskusi di Internet. Pada tahap ini dalam kasus SF dan
             WF, komitmen dilakukan melalui pertemuan face to face yang intensif.
             Komitmen SF bersama kelompok dilakukan pada saat kelompok




                                                                                      155
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192