Page 189 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 189
Radikalisasi Online Kelompok Teroris di Indonesia
jihad itu sebagai salah satu solusi.” (Wawancara dengan WF
di Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok)
Setelah komitmen, jihadisasi melengkapi kesiapan individu
untuk mendorongnya lebih jauh dalam aksi kolektif. Dalam berbagai
kasus yang dijumpai pada pelaku teror di Indonesia, meskipun
telah banyak yang menyebutkan pertemuan dan perkenalan mereka
dengan kelompok radikal diawali dari Internet, akan tetapi komitmen
aksi dan pelatihan berulang tetap dilakukan secara tatap muka. Hal
ini menjelaskan bahwa Internet telah menyediakan paparan ideologi
radikal yang siap diadopsi oleh individu-individu yang memiliki
kerentanan dan motif yang kuat akan pemenuhan kebutuhan ideologi
yang spesifi k.
Kesimpulan
Radikalisasi online yang terjadi di Indonesia belum sepenuhnya
menggantikan proses radikaslisasi tatap muka secara konvensional.
Dalam radikalisasi online, Internet berperan sebagai venue bagi proses
radikalisasi dan sebagai akseleran bagi aksi kolektif. Kekuatan dari
Internet yang relevan dalam menjelaskan masalah ini adalah kebebasan
dan anonimitas. Selain itu, Internet juga dapat menggantikan fungsi
medan jihad sebagai inkubator radikalisasi.
Internet dapat mengubah mekanisme komunikasi dalam
proses radikalisasi namun tidak mengubah pola dasar proses
radikalisasi dan tahapannya. Oleh kelompok teroris, Internet menjadi
pilihan media utama yang dipandang mudah dan murah untuk
meradikalisasi kandidat potensial. Kelompok ini telah membuktikan
efektivitas penggunaan Internet untuk tujuan mereka, antara lain
dalam meningkatkan jumlah partisipan dan mempercepat proses
radikalisasi dengan biaya yang relatif murah. Penggunaan Internet
dan keberhasilan radikalisasi online juga telah terbukti meningkatkan
jumlah lone wolf terrorist, jumlah aktivis kelompok teroris, dan jumlah
serangan teroris.
157

