Page 8 - index
P. 8
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
mungkin akibat perkembangan teknologi informasi dan sistem online
akan menyebabkan posisi perpustakaan makin terpinggirkan. Kehadir-
an era buku digital yang memungkinkan orang hanya dengan duduk
di rumah, menghadap komputer atau laptop lantas bisa berselancar
di dunia maya untuk mencari buku-buku literatur dan berbagai infor-
masi yang diinginkan, mau tidak mau akan memaksa perpustakaan dan
pustakawan untuk melakukan reposisi atas apa yang selama ini mereka
Prenada Media Group
lakukan.
Dalam buku ini, berbagai teori yang dipaparkan sengaja dipilih teori
sosial kontemporer dan analisis terbaru tentang perkembangan ma sya-
rakat informasi. Sejumlah tulisan yang ditampilkan mengetengah kan
teori dan sekaligus mencoba mengkaji betapa perkembangan teknologi
informasi yang berlangsung sangat cepat telah terbukti membawa per-
pus takaan masuk ke era digital, sehingga koleksi perpustakaan yang
terc akan menjadi koleksi digital
yang bisa diakses tanpa batasan ruang dan waktu. Kenyataan ini tentu
berimplikasi dan menuntut dilakukannya perubahan yang sangat be-
sar terhadap paradigma pengelolaan perpustakaan yang semula ha-
mengandalkan ref isik, dilengkapi dengan berbagai
refe rensi digital. Di era informasi, apa pun bentuk dokumen, arsip, dan
literatur yang sebelumnya hanya bisa didapatkan serta dibaca melalui
format cetak, kini semuanya bisa disimpan dan dilestarikan dalam for-
mat arsip digital yang bakal tahan berabad-abad dan bahkan dapat di-
akses hingga kesekian generasi yang akan datang.
Di era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini, fungsi
perpustakaan sebagai information center, penyedia layanan informasi,
manajemen pengetahuan (knowledge management), dan learning cen-
ter, niscaya akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya
tek nologi internet, baik secara infrastruktur maupun engine teknologi-
nya. Dalam kurun waktu 10-20 tahun ke depan, proil pustakawan yang
dikembangkan oleh karena itu mau tidak mau harus berubah dari seka-
dar penjaga buku (book keeper) menjadi knowledge worker, karena pada
dasarnya masyarakat pengguna perpustakaan yang mereka layani telah
pula berkembang menjadi knowledge society.
Terlebih lagi ketika dalam masyarakat terdapat kelompok remaja
vi

