Page 20 - index
P. 20

8                                         Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


              televisi rata-rata 3 jam sehari atau 20-25 jam per minggu, atau hampir sama
              dengan lamanya kewajiban mereka untuk belajar. Di kalangan anak pra-
              sekolah, lama anak menonton televisi lebih banyak lagi, yakni 26,3 jam
              per minggu (Murphett dan Washburne, 1983: 496-503). Sementara itu di
              Indonesia, kendati belum ada penelitian atau survei yang skalanya nasional
              tentang kebiasaan membaca dan intensitas menonton televisi, namun
              diperkirakan polanya kurang-lebih sama. Artinya, seperti juga di negara
              maju, waktu luang yang dihabiskan anak-anak untuk menonton televisi
              barangkali hanya bisa ditandingi oleh lamanya kegiatan bermain mereka.
              Untuk kegiatan membaca, cenderung masih kurang populer. Kalau pun
              anak kemudian membaca buku, itu biasanya hanya untuk hal-hal yang
              berkaitan dengan tugas sekolah.
                    Anak-anak yang cenderung menggunakan waktunya lebih lama
              untuk bermain daripada membaca, terutama adalah mereka yang berusia
              7-10 tahun. Dari studi yang dilakukan Sugihartati (2001) ditemukan untuk
              anak yang berumur 7-8 tahun, sebanyak 50 persen diketahui lebih banyak
              menggunakan waktunya untuk bermain daripada membaca. Untuk anak-
              anak seumur ini hanya 5,6 persen yang menggunakan waktunya lebih lama
              untuk membaca daripada bermain. Anak-anak yang berumur 9-10 tahun,
              64,7 persen diketahui menggunakan waktunya lebih lama untuk bermain
              daripada membaca. Kecenderungan ini baru menurun di kalangan anak-
              anak yang berusia di atas 10 tahun. Mereka yang berusia 12 tahun ke atas,
              100 persen menggunakan waktunya lebih lama untuk membaca daripada
              bermain. Sedangkan anak-anak yang berusia 11-12 tahun, 28,6 persen
              cenderung menggunakan waktunya lebih lama untuk membaca, atau paling-
              tidak sebanyak 35,7 persen diketahui relatif seimbang antara membaca dan
              bermain. Penelitian Sugihartati juga menemukan, sebagian besar anak rata-
              rata memanfaatkan waktunya 2 jam lebih per hari untuk menonton televisi.
              Demikian pula kegiatan bermain. Bahkan, sekitar 16% anak-anak diketahui
              memanfaatkan waktunya 3 jam lebih per hari untuk kegiatan menonton
              televisi.

                    Memahami membaca untuk kesenangan, dari kacamata  Cultural
              Studies sebenarnya menempatkan membaca sebagai aktivitas yang tidak
              berbeda dengan aktivitas dan gaya hidup masyarakat urban yang lain,
              seperti menonton televisi, memilih selera  genre musik, memilih mode
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25