Page 21 - index
P. 21
Menakar Perilaku Gemar Membaca Remaja Urban 9
pakaian, telepon genggam, dan berbagai simbol kehidupan masyarakat
modern, bahkan postmodern. Kegiatan membaca untuk kesenangan di
kalangan remaja urban ini menarik untuk dipahami lebih mendalam karena
memiliki kekhasan yang berbeda dengan aktivitas mengisi waktu luang yang
lain. Seperti dikatakan Wang dkk. (2006), membaca pada dasarnya adalah
aktivitas yang populer dan terbuka bagi siapa saja, karena buku tersedia luas
di toko, perpustakaan, atau meminjam ke teman dan orang lain. Membaca
juga merupakan aktivitas individual. Berbeda dengan keputusan menonton
televisi dalam keluarga, misalnya yang acapkali ditentukan bersama, untuk
kegiatan membaca mengikuti preferensi pribadi dan merupakan keputusan
yang sifatnya individual.
Memahami membaca untuk kesenangan dalam banyak hal sebenar-
nya menempatkan aktivitas ini sebagai cermin dari selera dan cita rasa se-
seorang, dalam konteks studi ini adalah remaja urban, di mana jenis buku
yang dibaca seseorang merupakan indikator yang baik untuk melihat pre-
ferensi budaya individu. Studi tentang membaca untuk kesenangan bagi
remaja urban dari perspektif Cultural Studies, bukan hanya mencoba me-
mahami persoalan ini dikaitkan dengan preferensi budaya dan kelas sosial,
tetapi juga memahaminya sebagai bagian dari sub kultur dan gaya hidup
masyarakat modern yang banyak dipengaruhi kultur populer atau budaya
massa serta intervensi kekuatan kapitalisme yang acapkali memperlakukan
budaya, termasuk bahan bacaan layaknya sebuah produk industri budaya
(culture industry).
Melihat berbagai studi yang telah dipaparkan di atas, khususnya di
Indonesia hingga saat ini studi yang memahami dan mengkaitkan persoalan
perilaku membaca sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat urban, seperti
sudah disinggung di atas, sejauh ini memang belum ditemukan bahkan
bisa dikatakan belum pernah dilakukan. Studi tentang perilaku membaca
remaja urban ini, terutama memahami bagaimana mereka mengembangkan
kegiatan membaca untuk kesenangan, dan bagaimana kegiatan membaca
menjadi pilihan alternatif untuk mengisi waktu luang, menarik untuk diteliti
lebih jauh, karena didapatkan fakta sekaligus sebagai alasan:
Pertama, karena dalam dua-tiga tahun terakhir ada kecenderungan
perilaku membaca untuk kesenangan di kalangan remaja urban tumbuh

