Page 26 - index
P. 26

Metode Penelitian Sosial


                           kualitatif disebut-sebut para ahli merupakan metode yang sesuai karena
                           dengan metode ini dimungkinkan untuk: (1) memahami pengalaman serta
                           praktik-praktik kegiatan yang berkaitan dengan konsumsi dan produksi
                           makna teks budaya, (2) mengungkap dinamika dalam aspek produksi
                           dan konsumsi makna, dan (3) mendapatkan variasi dan perbedaan
                           konsumen secara kultural dalam mengonsumsi dan memproduksi makna.
                           (Pickering, 2008: 84-85)



                           PERSPEKTIF CULTURAL STUDIES

                               Sebagai sebuah perspektif, cultural studies boleh dikata adalah
                                    PRENADAMEDIA GROUP
                           hal yang tergolong baru dan bahkan tengah mencari bentuk. cultural
                           studies adalah arena plural dan interdisipliner dari berbagai perspektif
                           yang bersaing, tidak hanya dalam merumuskan gerakan praksis melawan
                           hegemoni kekuasaan kapitalis, tetapi juga sebagai sebuah upaya
                           akademik untuk merumuskan teori untuk menjelaskan dan memahami
                           kebudayaan, termasuk kebudayaan populer. Dalam banyak kasus, studi
                           yang menggunakan perspektif cultural studies untuk memahami gaya
                           hidup dan perilaku konsumsi subjek mengasumsikan perilaku konsumsi
                           sebuah aktivitas budaya yang memiliki makna tersendiri, dibentuk oleh
                           industri budaya, namun sekaligus juga bersifat individual.
                               Dalam berbagai kajian yang telah dilakukan,  cultural studies
                           biasanya mengeksplorasi kebudayaan sebagai praktik pemaknaan dalam
                           konteks kekuatan sosial. Dalam melakukan hal ini, sultural studies di
                           antaranya mengambil dari teori-teori, termasuk Marxisme, Strukturalis,
                           Poststrukturalis, Feminisme, dan Postmodernisme. Dengan metode
                           eklektis, cultural studies menyatakan posisionalitasnya pada semua
                           pengetahuan, termasuk pengetahuannya sendiri, yang menyatu di
                           sekitar ide-ide kunci kebudayaan, praktik pemaknaan, representasi,
                           diskursus, kekuasaan, artikulasi, teks, pembaca, dan konsumsi (Barker,
                           2004: 36). Pilihan seseorang atas jenis komoditas tertentu, kapan ia
                           menyempatkan waktu untuk menikmati apa yang dikonsumsi,  dan
                           lain sebagainya, menurut perspektif cultural studies bukan sekadar
                           pilihan yang didorong pertimbangan selera pribadi, tetapi dibentuk
                           dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sedikit banyak berkaitan
                           dengan kapitalisme dan cara kapitalisme merepresentasikan ke massa.
                           Jadi, membeli dan mengonsumsi apa pun, menurut perspektif culture
                           studies adalah sebuah aktivitas sosial yang dikonstruksi, tetapi sekaligus



                       238
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31