Page 94 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 94

ARKEOLOGI TRANSPORTASI
              Perspektif Ekonomi dan Kewilayahan Keresidenan Banyumas 1830–1940an



              dan pengolahan indigo di pabrik-pabrik merupakan penderitaan bagi
              petani, sehingga tanaman ini disebut lebih banyak merugikan petani. 53
                   Selain tanaman-tanaman yang telah dijelaskan, di Keresidenan
              Banyumas juga  dikembangkan tanaman teh, kayu manis, dan lada.
              Perkebunan teh hanya terdapat di Distrik  Karangkobar Kabupaten
                Banjarnegara, itu pun dalam jumlah yang sangat sedikit. Tanah yang
              digunakan hanya 15 bau dan ditanami 73.547 batang pohon teh serta
                                      54
              digarap oleh 138 keluarga.  Kayu manis hanya ditanam di  Sokaraja seluas
              4 bau, di  Adireja 26,5 seluas bau, di  Jambu 1 bau, serta di  Jeruk Legi 5,5 bau.
              Jumlah keluarga yang terlibat dalam penanaman kayu manis sebanyak 929
                                                                     55
              keluarga dengan jumlah pohon yang ditanam 110.053 batang.  Lada hanya
              ditanam di daerah  Dayaluhur, yaitu di Distrik  Majenang,  Dayaluhur,
                Pegadingan, dan  Jeruk Legi, dengan tanaman berjumlah 69.000 pohon.
              Keluarga yang terlibat dalam penanaman lada berjumlah 3.657 keluarga,
              tetapi sampai tahun 1838 ternyata tanaman kayu manis dan lada belum
              menghasilkan apa pun. 56
                   Tanaman tembakau ditanam di  Banjarnegara,  Purwokerto, dan
                Dayaluhur yang masing-masing luas perkebunannya hanya 200 bau, 190
              bau, dan 11 bau. Perkebunan tembakau di  Banjarnegara dikelola oleh pihak
              swasta, yaitu oleh  C.P  Dufloiny dengan masa kontrak selama 25 tahun
              sebesar f 90 per bau per tahun, sedangkan kebun tembakau di  Purwokerto
              dan  Dayaluhur dimiliki oleh penduduk setempat. 57
                   Tanaman lain yang juga dikembangkan di Banyumas adalah kapas.
              Perkebunan kapas hanya terdapat di Kabupaten  Purwokerto, tepatnya
              di Distrik  Purwokerto,  Ajibarang, dan  Jambu, serta di  Dayaluhur yang
              meliputi Distrik  Dayaluhur,  Majenang,  Pegadingan, dan  Jeruk Legi. Tanah



                 53  F. de Haan, Priangan. De Preanger regentschappen onder het Nederlandsch bestuur tot 1811.
              Deel III, (Batavia: Bataviaasche Genootschap Voor Kunsten en Wetenschappen, 1910-1912), hlm.
              816-817).
                 54  Statistiek der Residentie Banjoemas. Litt. No. 13. Arsip Banyumas 20.16.
                 55  Ibid., Litt. No.15.
                 56  Ibid., Litt. No.16.
                 57  Ibid., Litt. No.18.


              76
   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99