Page 483 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 483
Integrasi Psikologi dan Teknologi Informasi
secara umum. Penelitian Viinikainen, Jääskeläinen, Balk, Autti dan
Sams (2012) juga menggunakan functional magnetic resonance
imaging atau fMRI untuk mengetahui keberagaman ekspresi wajah
dalam merespon sesuatu. Dari penelitian ini diketahui bahwa ketika
seseorang bereaksi terhadap sesuatu dorongan atau peristiwa,
maka terjadi perubahan ekspresi wajah dan terjadi aktivitas otak
di bagian dorsolateral, ventrolateral prefrontal cortex, dorsomedial
prefrontal cortex, dan anterior insula. Bagian-bagian otak tersebut
berkorelasi dengan perubahan ekspresi wajah seseorang. Penelitian
yang berkembang di era 1900-an adalah mengenai pengaruh brain
therapy dan brain gym. Para ahli mengemukakan bahwa gerakan
tertentu dapat menstimulasi kerja otak. Penelitian yang cukup
popular adalah mengenai implikasi musik pada kinerja otak.
Penelitian tentang efek Mozart merupakan penelitian yang melibatkan
komputer untuk meneliti hubungan antara musik dan kinerja otak.
Penelitian yang pertama kali dilakukan pada 1988 oleh Sordon Shaw
seorang neurobiologis ini mencoba membuat model aktivitas otak di
komputer dan menemukan bahwa sel di otak memiliki ritme tertentu
saat berhubungan dengan sel lain. Shaw mensimulasikan ritme
tersebut ke musik yang ternyata memiliki karakteristik yang sama
dengan lagu-lagu baroque dan new age. Penelitian lanjutan dilakukan
dengan Sonata dari Mozart (Lerch & Anderson, 2000). Contoh-contoh
penelitian ini membutuhkan komputer untuk mengukur sesuatu.
Interaksi yang terjadi adalah antara ilmuwan dan komputer. Bahkan
dalam biofeedback therapy individu berinteraksi secara langsung
dengan komputer untuk mengontrol keadaan tubuhnya seperti detak
jantung, tekanan darah, ketegangan otot, stress dan kecemasan
(Ratanasiripong, Ratanasiripong, Kathalae, 2012; University Maryland
Medical Center, 2015). Jenis penelitian seperti dalam contoh-contoh
ini cukup populer di Negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa
namun sangat langka di Indonesia karena keterbatasan sarana dan
tenaga ahli.
Penelitian Psikologi secara umum tentang CMC. Apabila
penelitian psikologi kognitif dan neuropsikologi membutuhkan
komputer baik sebagai purwarupa maupun alat yang dapat
mendeteksi, penelitian psikologi pada umumnya berfokus pada efek
yang ditimbulkan akibat interaksi antara manusia dan komputer.
451

