Page 485 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 485
Integrasi Psikologi dan Teknologi Informasi
cyber bullying, pencurian identitas, dan turunnya ambisi atau
motivasi (Wallace, 2013).
Di sisi lain teknologi dan media interaktif memang dapat
membantu perkembangan kognitif anak. Bagaimana pun pada
masa kini media sosial sudah menjadi budaya dan anak kini hidup
berdampingan dengan media sosial. Maka, sebagaimana dinyatakan
oleh National Association for the Education of Young Children dan the
Fred Rogers Center for Early Learning and Children’s Media di Saint
Vincent College yang perlu disadari oleh semua pihak adalah:
“With guidance, these various technology tools can be
harnessed for learning and development; without guidance,
usage can be inappropriate and/or interfere with learning
and development”
Spears, Lea dan Postmes (2001) mengungkapkan bahwa CMC
dapat membawa kebaikan, antara lain memberikan kebebasan
sosial, kebebasan mengekspresikan diri serta menjadi pusat dalam
mengasah kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Salah satu
manfaat penggunaan media komputer adalah untuk belajar melalui
apa yang seringkali disebut computer assisted learning atau CAL.
Metode ini dikembangkan untuk membantu siswa memperoleh
suatu keterampilan baru. Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa
pembelajaran bahasa Inggris dengan CMC berkorelasi dengan
motivasi belajar dan keinginan bepergian ke luar negeri di kalangan
siswa sekolah dasar serta meningkatkan performansi di kalangan
mahasiswa (Ockert dan Tagami, 2014). Pengamatan serupa terjadi di
beberapa sekolah di Jakarta yang sudah menerapkan pembelajaran
dengan CMC sejak dini seperti pembelajaran bahasa di TK Santo
Kristoforus serta pembelajaran bahasa dan ilmu pengetahuan lain di
TK dan SD Tzu Chi, keduanya di Jakarta Barat. Selain melatih motorik
anak, CMC menumbuhkan rasa ingin tahu dari anak. Pembelajaran
dengan CMC baik yang bersifat simulasi maupun e-learning kiranya
memang perlu sebab memungkinkan siswa melakukan eksplorasi
dan diskusi di dunia maya (Hariyati, 2005). Namun pembelajaran
seperti ini akan efektif hanya jika siswa mau melakukan eksplorasi
dan mau belajar secara mandiri. Menurut Schittek, Mattheos, Lyon,
dan Attström (2001), secara lebih rinci beberapa keuntungan dari
453

