Page 478 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 478

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

                 Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi informasi memberikan
            banyak kemudahan bagi umat manusia. Namun interaksi antara
            manusia dan mesin (baca: komputer) terkadang telah melampaui
            batas relasi antar manusia.  Sandra (2012) mengemukakan bahwa
            teknologi bergerak ke arah teknologi sosial (sosioteknologi) yang
            menghubungkan individu dengan banyak individu lainnya dan
            bersifat semakin humanis dimana pola tersebut mendekati pola
            natural interaksi komunikasi manusia. Di saat semua aspek
            kehidupan mencoba memanfaatkan kemajuan ini dengan segala
            pro dan kontranya, kita sebagai ilmuwan psikologi juga ditantang
            untuk melihat dampak CMC sekaligus memanfaatkannya. Dalam
            psikologi CMC bukanlah hal yang baru, namun pada prakteknya
            penggunaan CMC di lingkungan psikologi di Indonesia masih terbatas.
            Contohnya, kebanyakan praktisi maupun ilmuwan di Indonesia masih
            mengerjakan  psikotes dan observasi secara manual. Tulisan ini akan
            berfokus pada peran CMC secara umum serta peran CMC dalam
            riset dan pengembangan teori psikologi termasuk cara penggunaan
            teknologi ini dengan bijaksana.


            Psikologi dan Ruang Lingkupnya

                 Psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa dan perilaku
            (Sanderson, 2010). Ilmu psikologi cukup populer di kalangan
            mahasiswa karena berbagai paparan di media seperti serial “Lie to
            me” yang melukiskan bagaimana ilmu psikologi digunakan untuk
            melihat  facial expression. Orang awam seringkali mengira bahwa
            psikologi dapat meramalkan perilaku. Hal ini tidak salah, namun
            meramal dalam psikologi merupakan peramalan bersifat ilmiah yang
            didasarkan pada pengamatan dan riset yang objektif. Kegiatan ini
            membutuhkan kompetensi yang baik dari sang ilmuwan.
                 Pada awal perkembangannya ruang lingkup psikologi adalah
            klinis yang berfokus pada abnormalitas atau penyimpangan yang
            terjadi pada manusia. Bagaimana masa lalu atau trauma dapat
            mempengaruhi kehidupan manusia. Pada perkembangannya,
            psikologi tidak hanya memfokuskan diri pada penyimpangan yang
            terjadi pada manusia, namun juga pada berbagai hal yang dapat
            mempengaruhi perilaku manusia ataupun yang membuat manusia




          446
   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483