Page 484 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 484

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            Komputer digunakan sebagai alat bantu olah data, bukan sebagai
            perangkat utama. Penelitian semacam ini biasanya melihat dampak
            sosial dan emosi yang ditimbulkan oleh interaksi antara manusia
            dan komputer, hasilnya menunjukkan pro dan kontra terhadap
            penggunaan CMC. Penelitian Parks dan Floyd (1996) serta Rice (1987)
            menunjukkan bahwa CMC dapat menolong interaksi sosial secara
            positif dan mendorong komunikasi sosioemosional yang baik sebab
            dengan kehadiran CMC orang menjadi berani berinteraksi dan belajar
            merespon antara lain karena efek  anonimitas yang ditimbulkan oleh
            CMC (Sandra, 2012). Di sisi lain hasil penelitian Kiesler, Siegal,
            dan McGuire (1984) menunjukkan bahwa kendati interaksi antara
            manusia dan komputer membuat pekerjaan lebih efektif namun
            sekaligus membuat orang kurang peka terhadap orang lain. Mereka
            meneliti perbedaan antara pengambilan keputusan atau penyelesaian
            dilema yang dilakukan secara tatap muka dan yang dilakukan melalui
            CMC. Ternyata pada kelompok CMC terjadi perbedaan pendapat yang
            tajam dan sulit mencapai kesepakatan. Keberadaan CMC kiranya
            telah menjadikan ikatan sebagai kelompok menjadi berkurang di
            samping norma kelompok yang terbentuk juga menjadi tidak kuat.
            Mereka menyimpulkan bahwa CMC kurang tepat diterapkan untuk
            mengambil keputusan atau menyelesaikan konfl ik karena kurangnya
            partisipasi anggota. Dalam penelitiannya tentang perbandingan sosial
            di  media sosial Moningka (2016) menemukan bahwa lebih dari 70%
            responden mengaku merasa cemas bila tidak melihat  media sosial
            dan cenderung senang melihat aktivitas orang lain atau teman
            di  media sosial namun merasa tidak bahagia, cemas, dan stres
            saat membandingkan diri mereka dengan teman. Perbandingan
            muncul karena orang cenderung mengunggah foto atau status yang
            menyenangkan atau menunjukkan keberhasilan mereka, akibatnya
            orang lain menjadi cemas karena merasa kurang beruntung. Dengan
            kata lain penelitian ini menunjukkan dampak merugikan dari CMC.
            Sejumlah ahli psikologi perkembangan juga menunjukkan bahaya
              media sosial bagi perkembangan anak. Di Amerika 73% responden
            orang tua mengaku harus membatasi waktu anak untuk menonton
            televisi sedangkan kekhawatiran utama mereka adalah efek negatif
              media sosial bagi anak berupa perilaku seksual yang tidak pantas,





          452
   479   480   481   482   483   484   485   486   487   488   489