Page 336 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 336
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
munculnya kejahatan atau perbuatan tidak menyenangkan melalui
dunia maya dimana hal ini merupakan kajian psikologi yang masuk
dalam cyber behavior. Cyber behavior sebagai ilmu yang netral
bertujuan untuk menjadikan perilaku manusia di dunia maya
menjadi lebih etis, sopan, dan profesional meskipun tetap disadari
potensi terjadinya perilaku menyimpang tetap ada seiring dengan
kemudahan akses terhadap teknologi dunia maya ini (Soetjipto, 2014).
teknologi informasi dan komunikasi akan mempermudah kegiatan
browsing untuk mengakses beraneka informasi yang berkaitan
dengan pekerjaan, pendidikan, hobi, bisnis, dan bahkan situs yang
dikategorikan sebagai kegiatan yang negatif seperti cybercrime
(hacking, cracking, carding), internet gambling, dan cybersex atau
cyberporn.
Para ahli psikologi telah memetakan aspek-aspek psikologis terkait
dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ini. Aspek
positif dari dunia cyber meliputi fl eksibilitas temporal (fl eksibilitas
waktu), tidak adanya batasan ruang, peningkatan relasi dan cara
bersosialisasi (social mutiplicity), komunikasi tekstual, kemampuan
merekam, cepatnya pertukaran informasi, hiburan, tidak terbatasnya
jumlah informasi yang disajikan, pemberdayaan diri, kesetaraan,
dan mengurangi efek halo, yaitu kesan positif atau negatif dari orang
yang baru ditemui berdasarkan karakteristeknologi informasi dan
komunikasi tertentu. Sedangkan aspek negatif dari dunia cyber
meliputi kurangnya integrasi indera (lack of sensual integration),
penyerapan informasi tanpa penyaringan, beberapa frustasi yang
disebabkan oleh kesulitan-kesulitan teknis, pembentukan identitas
diri berdasarkan sajian dunia cyber (redefi nng identity), perasaan
bahwa kesenangan adalah milik orang lain, cyberstalking dan online
harassment, kebebasan berperilaku (behavioral disinhibition), dan
kecanduan dunia maya (cyber addiction) (Zivko, 2011).
Pada kenyataannya, pikiran manusia banyak dipengaruhi
oleh dunia cyber dimana media sosial, media massa, dan media
telekomunikasi saling melebur turut berperan besar dalam
membentuk pola pikir manusia saat ini. Arus informasi yang didapat
dari komunikasi sesama manusia secara langsung telah terlampaui
oleh arus lalu lintas informasi antara pikiran manusia melalui dunia
cyber, khususnya di Indonesia yang menempati posisi tertinggi sedunia
304

