Page 341 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 341

Memori Alam,  Memori Cyber, Pikiran, Perilaku,
                                                          dan Kualitas Peradaban Manusia

             Selain itu pengendalian informasi juga perlu dilakukan secara khusus
             terhadap serangan pintar yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang
             sengaja merongrong melalui  psychological operation (psyops), yakni
             dengan langkah-langkah counter psyops yang terpadu. Pengendalian
             ini sangat perlu karena seperti yang sudah dikaji pada gambar 4 bahwa
             peningkatan kualitas dunia cyber akan mempengaruhi peningkatan
             pikiran dan perilaku manusia yang selanjutnya berdampak pada
             peningkatan kualitas peradaban manusia, begitu pula sebaliknya. Ini
             merupakan kesadaran yang menyeluruh yang perlu dibangun dan
             ditegakkan oleh seluruh bangsa Indonesia.
                  Berikutnya, selain langkah pencegahan dan pemulihan, juga
             diperlukan langkah pembangunan atau konstruktif, yaitu langkah
             yang berfokus pada penyajian akses nilai-nilai positif dan yang
               memberdayakan kehidupan. Langkah ini saat ini merupakan konten
             dari kemasan  Smart City yang menyajikan bentuk-bentuk positif dari
             berbagai data yang ada pada suatu kota untuk diangkat ke permukaan
             sehingga diharapkan terbentuk budaya dan peradaban yang semakin
             positif serta cerdas. Pada pembangunan nilai-nilai positif komunitas
             ini, hal yang menjadi perhatian penting juga berpulang pada data
             cyber dimana kesuksesan  pembangunan peradaban yang cerdas
             sangat ditentukan dari kemampuan melakukan  data mining dari
             berbagai fenomena yang ada di dunia  cyber masyarakat setempat
             maupun data riil yang ada di masyarakat untuk dikemas dan
             diangkat menjadi suatu kebijakan cerdas yang  memberdayakan dan
             membangun budaya masyarakat setempat serta sudah barang tentu
             akan disosialisasikan melalui dunia cyber juga (Khansari, Mostashari,
             & Mansouri, 2013). Langkah ini tak terlepas dari siklus hubungan
             antara memori alam, memori cyber, pikiran manusia, dan peradaban
             yang telah dibahas sebelumnya.
                  Kesadaran akan mengekstrak, mewujudkan, dan mensosiali-
             sasikan kebijakan-kebijakan konstruktif yang cerdas ini, saat ini
             tak hanya menjadi sebuah  trend tetapi inilah yang memang perlu
             disadari oleh setiap individu yang memegang kewenangan atas suatu
             kepemimpinan pada lingkupnya masing-masing. Keteknologi informasi
             dan komunikasia kesadaran akan membangun peradaban cerdas dan
             positif ini menjadi budaya di masyarakat, maka hal ini jelas akan
             membawa perubahan besar ke arah perbaikan di berbagai dimensi



                                                                                      309
   336   337   338   339   340   341   342   343   344   345   346