Page 334 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 334

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            memberikan informasi bagi pikiran manusia yang mengaksesnya.
            Oleh karena itu semakin banyak manusia yang mengaksesnya, hal itu
            juga berarti semakin banyak pula porsi di dalam pikiran manusia di
            bumi ini yang digunakan untuk memikirkan hal-hal tersebut (World
            Economic Forum, 2016). Dengan memetakan hubungan antara
            memori, kognisi, dan perilaku pada individu maupun sosial seperti
            yang ditunjukkan pada Gambar 1, selanjutnya akan dapat diketahui
            seberapa besar pengaruh suatu data pada pikiran manusia terhadap
            perilaku manusia, baik dampak positif maupun dampak negatifnya.



                   Memori                     Kognisi                   Perilaku


                       Gambar 1. Hubungan antara memori, kognisi, dan perilaku.


                 Data-data sampah seperti pornografi , berita-berita hoax, transaksi-
              transaksi gelap (prostitusi, narkoba, perjudian), berita-berita SARA
            dan sebagainya, merupakan data yang memberikan informasi tentang
            seberapa banyak hal itu memberikan kecenderungan pengaruh negatif
            pada kehidupan manusia. Semisal data-data sampah menempati porsi
            35% dari data-data lain yang diakses oleh manusia dengan intensitas
            yang sama, maka dapat diketahui bahwa pada pikiran manusia secara
            umum juga berkisar 35% nya adalah untuk memikirkan hal-hal yang
            bersifat “sampah” tadi, meskipun pada kognisi di dalam pikirannya
            tidak selalu berpikir tentang sesuatu yang defi sit dan negatif dari data
            sampah tersebut. Apa yang didapat dari pengkajian pikiran manusia
            berdasarkan dari memori cyber ini kita sebut dengan  kognisi sosial
            cyber. Selain dampak tersebut, dewasa ini studi-studi psikologi
            sosial turut menyumbang pemahaman mengenai dampak teknologi
            informasi dan komunikasi/cyber terhadap relasi sosial, intimasi,
            subyektivitas, kesepian, inklusi,  privasi, konfl ik,   cyberbullying, dan
            sebagainya (Juneman, 2012). Dalam sosiologi selain ada  kognisi
            sosial, ada juga perilaku sosial. Gabungan  kognisi sosial dan perilaku
            sosial inilah yg membentuk peradaban, yaitu penampakan fi sik dan
            psikis alam akibat pengaruh pikiran dan perilaku manusia secara
            komunitas sebagai makhluk yang hidup di dalamnya.
                 Dengan pengamatan yang lebih luas, berbagai fenomena sosial
            atau perilaku yang ada pada masyarakat di luar dunia cyber akan


          302
   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338   339