Page 333 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 333

Memori Alam,  Memori Cyber, Pikiran, Perilaku,
                                                          dan Kualitas Peradaban Manusia

                  Dalam dunia cyber atau dunia maya, memori cyber menyimpan
             bermilyar-milyar data yang disimpan oleh milyaran manusia di dunia.
             Mulai dari data-data ilmu pengetahuan, data bisnis, data hiburan,
             hingga data-data yang bersifat virus atau pengganggu bagi program
             komputer maupun data yang menjadi “sampah” bagi pikiran, yaitu
             yang tidak diinginkan oleh nilai-nilai luhur pikiran manusia. Jika
             dikaji secara mendalam, apa yang tersimpan pada memori cyber itu
             menunjukkan penampakan dari pikiran manusia di dunia ini, dan
             selanjutnya akan menentukan bagaimana manusia menghasilkan
             perilaku itu sendiri. Seberapa banyak data yang tersimpan di dalam
             memori tersebut, seberapa sering frekuensi data tersebut diakses oleh
             pengguna, berapa banyak pengguna yang mengakses data tersebut,
             dan berapa lama pengguna internet di seluruh dunia menghabiskan
             waktunya untuk tenggelam pada data-data tersebut, dengan suatu
             pengamatan global melalui proses yang disebut sebagai  data mining,
             akan dapat diketahui apa yang ada pada isi pikiran manusia-manusia
             di bumi ini pada umumnya, bahkan memprediksi perilaku-perilaku
             yang akan muncul, baik sebagai akibat dari dampak positif maupun
             dampak negatifnya.
                  Isi pikiran manusia tercatat dalam memori cyber yang merupakan
             dunia buatan manusia secara berjamaah dan apa yang tercatat
             tersebut mencerminkan keadaan  kognisi sosial manusia secara
             umum di dunia ini. Kognisi sosial adalah pembentuk perilaku yang
             umum terjadi di masyarakat, yang merupakan pembentuk terbesar
             peradaban. Kognisi sosial adalah istilah untuk menyatakan pemikiran
             yang bersifat non individual tapi sudah menjadi pemikiran umum di
             masyarakat, meski tidak harus keseluruhan dan tidak pula harus
             termasuk mayoritas. Sistem nilai, adat,  common sense, merupakan
             contoh-contoh dari  kognisi sosial. Dalam kajian lebih lanjut tentu saja
             dapat dilakukan pengelompokan berdasarkan wilayah, rentang waktu,
             jenis kelamin, agama, suku, negara, kemajuan suatu peradaban dan
             pengelompokan-pengelompokan lainnya untuk melihat pola yang
             lebih jelas tentang apa yang sesungguhnya mempengaruhi pikiran
             manusia dalam kelompok-kelompok tertentu. Data-data dengan
             jenis seperti ilmu pengetahuan alam, fenomena-fenomena sosial,
             musik, kuliner, fi lm, bisnis, dan lainnya merupakan data-data yang





                                                                                      301
   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338