Page 332 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 332

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            pikiran pada suatu waktu karena memori selain menyimpan data-
            data kejadian, juga menyimpan urutan waktu maupun tempat, serta
            kedudukan atau struktur kejadian tiap-tiap data yang disimpannya
            (Marcella & Greenfi eld, 2002). Sebagian memori alam yang terkait
            dengan manusia ditulis dalam bentuk sejarah. Sebagian lagi yang
            terkait dengan kejadian-kejadian alam ditulis dalam bentuk catatan-
            catatan sains. Sementara yang lebih banyak lagi adalah yang tercatat
            di luar keduanya, yaitu berupa catatan-catatan kejadian yang jarang
            dikaji maupun jarang diabadikan oleh manusia tetapi tersimpan
            dan bekerja pada sistem alam semesta dan mempengaruhi pikiran
            manusia berupa kondisi-kondisi tertentu yang ada di alam.
                 Baik fenomena yang dicatat oleh manusia maupun yang tidak,
            memori alam tetap menyimpan berbagai kejadian yang terjadi di
            dalamnya dan menjadikannya sebagai input atau masukan bagi
            hukum alam yang bekerja memproses berikutnya. Karena itu,
            kejadian apa pun di alam merupakan suatu akibat dari kejadian-
            kejadian sebelumnya. Hal ini dapat dibukteknologi informasi dan
            komunikasian dari fenomena-fenomena social psychology yang terkait
            adanya  kognisi sosial seperti  Maharishi Effect dan fenomena-fenomena
            adanya kesadaran kolektif yang telah dieksperimenkan secara empiris
            (Schafer, 2016). Fenomena  evolusi dan past life regression juga turut
            mewarnai kajian akan fenomena memori alam semesta ini meski hal
            ini masih sulit dibukteknologi informasi dan komunikasian dan belum
            diterima oleh semua pihak. Sedangkan secara biologi, rekaman rantai
            DNA yang diturunkan, pada akhirnya berpindah dari individu satu ke
            individu lainnya, membentuk bakat ataupun watak dari seseorang,
            demikian pula fenomena pembelahan sel dan sebagainya, merupakan
            fenomena yang hanya mampu dijelaskan dengan baik jika alam
            semesta mempunyai memori yang menyimpan data program yang
            bekerja pada setiap fenomena yang terjadi di alam ini (Seife, 2007).
            Pada akhirnya, inilah yang seringkali dipahami oleh orang-orang
            awam sebagai hukum tabur tuai atau adanya hukum karma sebagai
            salah satu bagian dari hukum alam yang bergerak dalam konteks
            sosial. Apa yang sering diakses oleh manusia dari alam semesta ini,
            itulah yang akan sering muncul ke dalam pikiran dan kehidupan
            manusia.





          300
   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337