Page 196 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 196

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            komunikasi yang dapat meningkatkan  kualitas koordinasi. Koordinasi
            merupakan kekuatan tersembunyi yang mengikat seluruh fungsi
            manajemen. Peningkatan  kualitas koordinasi dengan demikian
            akan meningkatkan kualitas fungsi-fungsi manajemen mulai dari
            perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, sampai pengendalian.
            Peningkatan kualitas fungsi manajemen akan meningkatkan
            kemampuan organisasi untuk bekerja secara efektif dan efi sien.
            Kedua,  internet meningkatkan efektivitas dan efi siensi  organisasi
            melalui peluang tersedianya berbagai sistem informasi, seperti sistem
            informasi keuangan, sistem informasi sumber daya manusia, sistem
            informasi sarana dan prasarana dan berbagai sistem informasi
            lainnya. Ketersediaan sistem informasi ini memungkinkan data diolah
            secara lebih mudah, lebih cepat, serta dikomunikasikan secara lebih
            cepat dan lebih luas. Kemudahan dan kecepatan pengolahan data
            telah meningkatkan efi siensi dan efektivitas proses-proses kerja yang
            terkait dengan data tersebut. Jadi internet merupakan alat sangat
            ampuh yang telah mengubah cara orang bekerja. Berbagai penelitian
            telah membuktikan dampak positif internet terhadap perusahaan.
            Anandarajan, Simmers, dan Igbaria (2000) menunjukkan bahwa
            internet dapat mengurangi biaya serta mempromosikan produk dan
            jasa dengan cara yang jauh lebih efi sien. Lim (2002) juga mencatat
            bahwa internet dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja bisnis.
                 Selain memberikan dampak positif, kemudahan akses internet
            juga memberikan dampak negatif terhadap organisasi. Salah satu
            persoalan penting terkait dampak negatif internet di tempat kerja
            adalah  cyberloafi ng atau yang oleh Whitty dan Carr (2006) disebut
            cyberslacking. Gejala loafi ng yaitu perilaku menghindari tugas atau
            melalaikan pekerjaan oleh karyawan telah muncul sejak lama.
            Bentuknya meliputi antara lain menelpon untuk urusan pribadi, pergi
            keluar ruangan untuk merokok di jam kerja, pergi ke toilet berlama-
            lama, atau menggunakan waktu makan siang melebihi jam istirahat.
            Perkembangan internet memunculkan perilaku lain dengan niat yang
            sama yang disebut cyberloafi ng.











          164
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201