Page 178 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 178

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            Internet penting dila kukan sebagai strategi perjuangan. Sedemikian
            berbahayakah Internet berkaitan dengan isu keamanan? Kita mesti
            sepakat dengan respon atas pertanyaan ini dan secara tegas menjawab
            ‘yes’.
                 Sesungguhnya, penyebaran informasi dan propaganda dari
            kelompok radikal di Internet telah menjadi perhatian Pemerintah
            Indonesia. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah memblokir
            situs-situs radikal. Upaya pemblokiran tersebut menimbulkan
            perlawanan tidak hanya dari pemilik situs tapi juga dari masyarakat.
            Pengelola situs seolah tak pernah kurang akal, selalu ada cara
            untuk mengaktifkan kembali situs-situs yang telah diblokir tersebut.
            Contohnya adalah situs  Millah Ibrahim yang berisi tulisan dan
            pemikiran dari Aman Abdurrahman, pendukung  ISIS di Indonesia.
            Meskipun telah beberapa kali diblokir sedangkan pemiliknya pun
            berada di penjara dengan maximun security di Nusakambangan, saat
            ini situs ini tergolong   sangat aktif. Banyak anak muda Indonesia yang
            kemudian diketahui terlibat dalam kasus terorisme telah mengunduh
            pemikiran radikal dari situs tersebut.
                 Kondisi tersebut memaksa kita untuk terus mencari cara guna
            mengantisipasi penggunaan Internet oleh para aktivis kelompok
            radikal, khususnya mencegah proses radikalisasi melalui media online
            yang semakin intensif dilakukan oleh kelompok radikal. Diskusi dan
            propaganda kelompok ini tidak hanya dilakukan dalam situs-situs
            mereka yang bisa diakses oleh siapa saja, namun juga dilakukan
            secara terbuka dan berbaur dengan anak muda dari berbagai kalangan
            di berbagai  media sosial seperti  Facebook dan  Twitter.  Hal yang
            penting untuk diperhatikan dalam hal ini adalah perubahan pola dan
            kecenderungan yang menjadi konsekuensi dari proses radikalisasi
            di Internet. Mungkinkah pemanfaatan media  online oleh kelompok
            teroris telah mengubah beberapa pola dasar dari proses radikalisasi?
                 Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita dapat memulainya
            dengan menelaah kekuatan Internet dan berbagai kemungkinan
            konsekuensi dari mekanisme pola komunikasi yang digunakan dalam
            proses radikalisasi. Telah diketahui bahwa Internet menjadi faktor
            pendorong utama untuk membentuk dan membesarkan masyarakat
            radikal. Mereka bertransformasi ke dalam ideologi radikal dan
            kekerasan yang diterjemahkan ke dalam aktivitas politik (Kohler,



          146
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183