Page 30 - index
P. 30
18 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
Wawancara mendalam, dalam studi ini penting dilakukan, terutama untuk
mengungkap pengalaman hidup (life experience) yang menekankan pada kon-
struksi simbolik (pandangan personal) dan kontekstual (pandangan sosial)
remaja urban, termasuk gaya hidupnya: bagaimana remaja mengisi waktu
luang mereka dan bagaimana pula mereka melakukan aktivitas membaca un-
tuk kesenangan (Mulyana, 2004: 187).
Studi ini, pada awalnya mewawancarai secara mendalam 10 remaja
urban yang merupakan informan kunci. Proses pemilihan dan penetapan
10 informan kunci ini dilakukan bersamaan dengan observasi dan proses
pengumpulan data untuk memperoleh pemahaman tentang setting sosial dan
perkembangan industri perbukuan di Kota Surabaya. Kesepuluh informan
kunci diperoleh ketika dilakukan observasi ke sejumlah toko buku besar dan
kios majalah yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan di Kota Surabaya.
Adapun kriteria yang ditetapkan untuk memilih dan menetapkan informan
kunci yang dimaksud adalah: (1) pengunjung toko buku atau kios majalah
yang berusia 12-15 tahun yang notabene merupakan kategori remaja awal, (2)
dalam enam bulan terakhir, rata-rata per bulannya telah membaca minimal
4 bacaan, (3) dalam sebulan terakhir, minimal sekali pernah berkunjung ke
toko atau kios buku, (4) berasal dari keluarga yang secara ekonomi termasuk
golongan menengah ke atas, dan (5) tinggal di kota Surabaya.
Upaya untuk memperoleh informan kunci, yakni para remaja urban
yang gemar membaca untuk kesenangan, dilakukan di 4 toko buku besar,
yakni Toko Buku Gramedia di Jalan Basuki Rahmad dan Tunjungan Plaza,
serta Toko Buku Gunung Agung di Mal Galaksi dan TriMedia di Pakuwon
Supermal Indah. Selain itu, lokasi penelitian untuk mencari informan kunci
juga dilakukan di 4 kios dan toko buku yang selama ini populer sebagai
penyedia buku-buku komik dan novel populer, yaitu di Toko Buku Uranus
Ngagel dan Toko Buku Toga Mas Jalan Diponegoro, serta kios buku Terbit
di Tunjungan Plaza dan Pakuwon Supermal Indah.
Kesepuluh remaja urban yang gemar membaca dan termasuk infor-
man kunci dalam studi ini adalah: Nadia, Ajeng, Wendi, Nico, Evelyn, Se-
kartika, Sofyan, Reza, Rani, dan Rossa. Mereka semua dipilih dari hasil ob-
servasi dan identifi kasi informan kunci sesuai kriteria yang telah ditetapkan
di atas. Tujuan pemilihan informan kunci ini adalah sebagai “pintu masuk”
pertama bagi peneliti untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang

