Page 33 - index
P. 33

Menakar Perilaku Gemar Membaca Remaja Urban                             21


              yang telah diwawancarai pada tahap pertama. FGD dilakukan di sebuah
              restaurant yang terletak di daerah Surabaya Barat, di salah satu ruangan
              tersendiri yang representatif, dengan suasana yang informal dan santai.
                    Fokus tema diskusi berkisar mengenai selera dan cita rasa remaja
              urban dalam memilih bacaan yang digemari, termasuk perilaku konsumsi
              sinergistik yang mereka kembangkan, dan bagaimana mekanisme yang
              mereka lakukan untuk mendukung kegemaran mereka membaca. FGD
              sengaja dilakukan dalam dua kelompok yang berbeda dengan tujuan dapat
              diperoleh data yang saling melengkapi.
                    FGD yang diselenggarakan, keduanya berlangsung dalam suasana
              yang terbuka, dan cair, di mana masing-masing remaja urban yang menjadi
              peserta diskusi cenderung antusias untuk menceritakan pengalaman me-
              reka membaca, dan bahkan ada kesan masing-masing saling memamerkan
              bacaan apa saja yang telah mereka baca, termasuk berapa banyak koleksi
              bacaan yang mereka miliki. Meski sebagian peserta FGD awalnya tidak
              saling kenal, tetapi karena suasana yang terbangun sangat informal, maka
              tidak ada lagi rasa sungkan dan kekakuan yang muncul, karena masing-
              masing memiliki kegemaran yang sama. Sering terjadi, ketika salah satu
              peserta menceritakan sebuah judul bacaan yang disukainya, maka dengan
              cepat peserta yang lain menimpalinya, karena mereka ternyata memiliki
              selera yang terkadang sama –walau pun sebagian di antaranya mengaku
              memiliki selera yang tersendiri dan terkadang berbeda dengan yang lain-
              nya.
                    Ketiga, melakukan wawancara terhadap sejumlah karyawan di
              industri penerbitan dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman awal
              atau setting sosial yang berkaitan dengan perkembangan industri budaya
              bacaan dan produk-produk budaya lain yang merupakan bagian dari proses
              komodifi kasi budaya.

                    Upaya untuk memperoleh pemahaman tentang perkembangan
              industri penerbitan dan produk budaya yang berkaitan dilakukan dengan
              cara mewawancarai sejumlah karyawan toko buku maupun kios majalah,
              kios yang menjual fi lm animasi dan berbagai merchandise yang menawarkan
              ikon-ikon dan asesoris yang mewakili sosok tokoh dalam berbagai bacaan
              yang populer. Dalam tahap ini, telah dilakukan wawancara terhadap 8
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38