Page 29 - index
P. 29
Menakar Perilaku Gemar Membaca Remaja Urban 17
maju, serta meningkatnya minat remaja urban membaca untuk kesenangan
seperti itulah, oleh karena itu studi ini menetapkan Kota Surabaya sebagai
lokasi penelitian.
1.3.3 Proses Pengumpulan Data
Seperti yang dikemukakan sebelumnya bahwa studi ini merupakan
termasuk dalam kajian Cultural Consumption serta mempertimbangkan
permasalahan yang akan dikaji maka upaya pengumpulan data lebih
ditekankan pada data yang bersifat kualitatif. Dengan menggunakan in
depth interview dan focus group discussion, kompleksitas serta kedalaman data
tentang pengalaman konsumer dalam mengkonsumsi dan memproduksi
teks budaya akan mudah diperoleh (Meyer, dalam Pickering, 2008: 73).
Seperti yang dikemukakan juga oleh Alasuutari (1995: 38-61) dalam Cultural
Studies, data yang dibutuhkan untuk dianalisis dan diinterpretasi tidak
sekadar diperoleh dari hasil pengamatan empiris, tetapi yang lebih penting
adalah bagaimana peneliti mengkaji dan memahami makna dan berbagai
hal di balik yang teramati. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang lebih
mengedepankan pengamatan dan pengukuran, dalam Cultural Studies
data utama yang dikaji adalah data kualitatif yang disebut Alasuutari
sebagai spesimen budaya (cultural speciment), yakni data kualitatif yang
merupakan bagian dari realitas sosial yang dipelajari. Sudah barang tentu,
untuk memperoleh setting dan pemahaman yang lebih lengkap, juga
tidak menutup kemungkinan dikumpulkan data sekunder yang sifatnya
kuantitatif, terutama untuk melengkapi pemahaman tentang konteks dan
setting sosial dari masalah yang dikaji.
Sesuai dengan metode dan kerangka kerja dalam Cultural Studies
sebagaimana direkomendasikan Meyer dan Alasuutari di atas, dalam
penelitian ini data yang dibutuhkan telah digali melalui beberapa cara, yaitu:
Pertama, melakukan wawancara mendalam (indepth interview) ke pada
para remaja urban, dan anggota peer-groupnya untuk memperoleh informasi
tentang hasrat mereka dalam membaca, bagaimana mereka memaknai ke-
giatan membaca untuk kesenangan, dan untuk memahami sejauhmana se-
benarnya produk dan industri budaya di bidang penerbitan telah mengkon-
struksi selera dan cita rasa remaja dalam memilih bacaan dan melahirkan
perilaku adiktif dalam membaca, termasuk perilaku konsumsi sinergistiknya.

