Page 28 - index
P. 28
16 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
senangan di kalangan remaja urban dari golongan menengah ke atas dalam
kaitannya dengan perkembangan industri dan proses komodifi kasi budaya,
upaya remaja membangun identitas sosial, perilaku adiktif dan unsur yang
menjadi daya tarik dari berbagai jenis bacaan yang digemari remaja urban,
serta hubungannya dengan perkembangan media massa terkait. Sebagai
salah satu kelompok remaja, remaja golongan menengah atas dipilih kare-
na pada dasarnya dengan kekuatan ekonomi yang dimiliki, mereka tidak
hanya leluasa mengembangkan perilaku membaca untuk kesenangan saja,
namun juga perilaku adiktif serta sinergitas.
Berbeda dengan studi dan kajian Cultural Studies tentang bacaan yang
sebelumnya telah dilakukan, yang lebih banyak melihat kaitan antara hasrat,
teks dan fantasi pembacanya dari pendekatan semiotika, etnografi dan
etnometodologi (lihat: Radway, 1984 dan Storey, 2007), studi ini memahami
perilaku membaca untuk kesenangan remaja urban tidak hanya sebagai
hasil konstruksi kekuatan industri budaya, tetapi juga dalam kaitannya
dengan perilaku konsumsi dan gaya hidup remaja urban untuk membangun
identitas sosial di kalangan peer-groupnya.
1.3.2 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian secara purposive ditetapkan di Kota Surabaya. Se-
bagai kota terbesar nomor dua di Indonesia dan merupakan pusat perkem-
bangan informasi serta pendidikan di wilayah Indonesia Timur, dalam lima
tahun terakhir harus diakui bahwa kebiasaan dan perilaku gemar membaca
telah tumbuh cukup pesat di kalangan sebagian remaja urban, dan bahkan
sebagian di antaranya benar-benar telah terinternalized.
Berbeda dengan kondisi kota-kota lain di Provinsi Jawa Timur, seperti
Malang, Jember atau Kediri, di Kota Surabaya perkembangan industri
perbukuan maju sangat pesat. Di berbagai mal atau pusat perbelanjaan
senantiasa dengan mudah dijumpai toko-toko buku besar dan counter-
counter yang menawarkan aneka-ragam bacaan, mulai dari novel, majalah,
komik dan lain sebagainya. Di hari libur atau bahkan di sore hari ketika
jam belajar di sekolah telah usai, maka dengan mudah ditemui para remaja
urban yang meluangkan waktu berkunjung ke toko buku atau mampir
ke counter-counter yang menjual majalah, komik dan bacaan lain. Dengan
melihat dan mempertimbangkan perkembangan industri perbukuan yang

