Page 27 - index
P. 27

Menakar Perilaku Gemar Membaca Remaja Urban                             15


              memiliki kemampuan untuk mendekode makna alternatif. Teks bisa
              menstrukturkan aspek makna dengan memandu pembacanya, namun ia
              tidak dapat memapankan makna, yang merupakan hasil interaksi antar teks
              dengan imajinasi pembacanya (Barker, 2004: 34). Atau dalam istilah Berger
              dan Luckmann (1990), apa yang dikaji dalam studi ini adalah mencoba
              menjelajahi berbagai implikasi dimensi kenyataan objektif dan subjektif dan
              proses dialektis dari objektivasi, internalisasi dan eksternalisasi.

                    Dalam peta pembagian obyek kajian dalam  Cultural Studies, studi
              ini lebih berorientasi pada kajian tentang  Cultural Consumption yang
              menekankan bahwa makna selalu diproduksi, diubah dan diatur pada level
              konsumsi oleh orang yang merupakan produsen aktif makna (Barker, 2004:
              48). Cultural Studies memahami konsumen sekaligus produsen yang aktif, dan
              dalam konteks ini metode kualitatif merupakan metode yang sesuai karena
              dengan metode ini dimungkinkan untuk: (1) memahami pengalaman serta
              praktek-praktek kegiatan yang berkaitan dengan konsumsi dan produksi
              makna teks budaya, (2) mengungkap dinamika dalam aspek produksi dan
              konsumsi makna, serta (3) mendapatkan variasi dan perbedaan konsumen
              secara kultural dalam mengkonsumsi dan memproduksi makna (Pickering,
              2008: 84-85).

              1.3.1 Limitasi Studi

                    Sebagai studi yang termasuk dalam kajian  Cultural Consumption,
              sejak awal telah disadari bahwa kelompok konsumer (consumer group)
              teks budaya yang dipilih sebagai fokus studi harus merupakan kelompok
              yang disesuaikan dengan permasalahan studi. Kesengajaan pemilihan
              pada kelompok tertentu ini diharapkan dapat mengungkap bagaimana
              teks budaya (cultural text) dikonsumsi suatu kelompok serta kekhasan
              perilaku dalam mengkonsumsi teks budaya (Meyer dalam Pickering, 2008:
              79). Pemahaman tentang hal ini mengarahkan perlu dilakukannya suatu
              pembatasan studi agar diperoleh fokus kajian yang jelas.
                    Studi ini secara khusus membatasi ruang lingkup kajian hanya tentang
              perilaku membaca untuk kesenangan (reading for pleasure) dalam kaitannya
              dengan gaya hidup dan proses komodifi kasi budaya di kalangan remaja ur-
              ban, khususnya remaja urban yang berasal dari golongan menengah ke atas.
              Studi ini sengaja membatasi fokus kajian pada perilaku membaca untuk ke-
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32