Page 403 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 403
Di Mana Superego dalam Dunia Maya?
Id, Ego dan Superego dalam Dunia Maya
Balick (2014) menyatakan bahwa struktur kepribadian menurut
Freud dalam setting jejaring sosial dapat terwujud dalam berbagai
layanan via internet. Id yang merupakan dorongan instingtif
mendapatkan sarana dengan adanya kondisi anonimitas dan
disinhibition atau disinhibisi dalam dunia maya. Anonimitas dan
disinhibisi menyebabkan individu tidak perlu mengekang suatu
dorongan yang seharusnya ditahan dalam dunia nyata. Kondisi
tersebut menyebabkan semua dorongan instingtif seperti agresivitas
dan dorongan seksual mendapat sarana untuk dilampiaskan dalam
dunia maya. Dorongan instingtif yang bisa dilepaskan secara bebas
dalam dunia maya mendapat dukungan dari para pencari keuntungan
materi dengan memberikan layanan situs seksual maupun
menyediakan game-game yang penuh kekerasan untuk menyalurkan
id individu.
Ego sebagai eksekutor id dan perantara antara id dan superego,
juga mendapatkan sarana dengan berbagai fasilitas dalam dunia
maya, misalkan melalui jejaring sosial. Adanya komentar “liking”
dalam jejaring sosial menumbuhkan rasa di”aku”-i oleh lingkungan.
Demikian juga dengan tersedianya kesempatan untuk mengekspresikan
ego melalui profi le, fenomena selfi e dan lain sebagainya. Oleh karena
itu media sosial menjadi satu “dunia” penting bagi remaja yang
sedang mencari identitas dirinya. Eksisitensi di dunia nyata dan di
dunia maya sama pentingnya bagi remaja pada abad digital dalam
menentukan identitas dirinya (Boyd, 2014).
Superego juga “diharapkan” dapat terstimulasi di dunia maya
dengan banyaknya situs yang berisikan materi agama, spiritualitas,
hukum, dan sebagainya. Namun hal ini nampak kurang seimbang
karena dari 1 milyar website yang berhasil didata oleh Netcraft pada
tahun 2015, 12% di antaranya adalah website yang mengandung
pornografi (“The stats on internet pornography”, n.d.), sedangkan
untuk situs yang berisikan materi agama, spiritualitas, hukum,
dan sebagainya tidak sampai terdata secara statistik karena
perbandingannya yang jauh dibandingkan situs e-commerce, situs
jejaring sosial dan tentu saja situs pornografi . Dari kenyataan ini
maka muncul pertanyaan, bagaimana superego dalam dunia maya
371

