Page 295 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 295
Kisah Wirausaha Muda di Era Digital
tidak mempunyai ketrampilan teknis, Ju-Yung tidak diterima. Ia
kemudian memutuskan untuk bekerja di toko hasil pertanian dengan
tugas mengantar barang-barang dagangan kepada para pembeli.
Ia mendapat imbalan makan tiga kali dan setengah karung beras
setiap bulan di usia kurang dari 20 tahun. Setelah itu ia menikah
dan pulang ke kampungnya namun hanya sebentar dan kembali
lagi ke Seoul untuk menyewa sebuah rumah yang ia jadikan toko
pertanian dengan nama Firma Kyong-II. Tetapi, Jepang mengadakan
agresi besar-besaran yang membuat tokonya ditutup dan Ju-Yung
terpaksa kembali ke kampung halamannya. Kemudian, ia membuka
bengkel kendaraan bermotor agar cepat balik modal. Ini merupakan
usaha yang bagus manakala Jepang tidak mau berurusan dengan
usaha tersebut karena dinilai kotor. Pada Februari 1940 Ju-Yung
mengambil alih manajemen bengkel reparasi mobil “A-Do Service”
dengan pinjaman modal dari pelanggannya, tetapi cobaan datang
lagi. Bengkel tersebut terbakar. Ju-Yung tidak putus asa dan
meminjam modal lagi untuk membuka bengkel di tempat yang baru
dengan mempekerjakan hingga 50 karyawan. Namun Perang Pasifi k
memaksa perusahaan miliknya harus tutup. Kerja kerasnya selama
tiga tahun seakan runtuh dalam sehari. Ju-Yung tidak menyerah. Ia
membeli 30 truk dan menjalankan usaha transportasi. Karena ada
tekanan dari orang lain, usahanya terpaksa harus dijual di bawah
harga normal. Tiga bulan setelah itu Jepang menyerah tanpa syarat.
Ju-Yung membeli tanah di pusat kota Seoul dan menancapkan papan
nama perusahaannya untuk pertama kalinya, yaitu Hyundai Motor
Industrial Co., yang berkembang hingga kini (Intisari, 2003).
Kisah masa muda Ju-Yung amat kontras dengan kisah orang
muda yang dengan mudah dapat ditemukan di zaman sekarang:
seorang remaja dengan Ipod di genggaman tangan meng-update
status di media sosial; seorang pelajar memainkan games online
di kelas dan mengetik pesan dengan kecepatan melebihi yang bisa
dibayangkan; seorang asisten manager dengan cepat menemukan fi le
presentasi milik bosnya di komputer yang penuh sesak dengan fi le;
atau seseorang dengan sangat mudahnya mengedit berbagai macam
foto menggunakan aplikasi photoshop. Saat ini individu belajar,
bekerja, menulis dan berinteraksi dengan individu lain dengan cara
yang sangat berbeda. Millenials lebih sering membaca blog daripada
263

