Page 300 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 300
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
hal baru yang ingin dikuasainya seperti menulis, public speaking dan
memperdalam ilmu komputer. Pada tahun 2008 ia sempat membuat
toko online penjualan mobil bersama saudaranya. Hal tersebut
ia lakukan untuk membantu saudaranya yang bekerja di sebuah
perusahaan mobil. Namun, toko online tersebut tidak bertahan lama
karena keuntungan yang didapat tidak seberapa. Pada tahun yang
sama ERHA juga sempat mencoba membuat situs bernama rumah 101,
sebuah website properti. Awalnya, ia menjualkan rumah-rumah milik
saudaranya yang hendak dijual. Sayang bisnis tersebut tidak berjalan
lancar dan website tersebut juga ditutup. Namun langkah ERHA tidak
berhenti sampai di situ. Karena keberhasilannya sebagai internet
marketer yang mencapai penjualan hingga 2.000 US Dollar, nama
ERHA mulia dikenal oleh masyarakat luas. Karena pencapaiannya
tersebut ia juga masuk ke dalam salah satu program TV. Dampaknya,
di tahun 2008 ia ditawari sebuah perusahaan ponsel untuk menjadi
marketer atau agen ponsel Qur’an. Lalu, ia memasarkan ponsel Qur’an
tersebut melalui internet. Tak disangka-sangka, peminatnya cukup
banyak dan usaha itu berjalan cukup lama hingga tiga tahun. Lalu
muncullah android yang banyak menawarkan aplikasi Qur’an secara
gratis. Penjualan ponsel Qur’an milik ERHA pun menurun drastis
hingga akhirnya ia memutuskan untuk menutupnya.
Tahun-tahun tersebut diakui ERHA sebagai masa percobaan bagi
dirinya sebagai internet marketer. Penghasilannya juga belum stabil.
Uang yang ia hasilkan selalu dipakainya untuk belajar hal baru dan
membayar hutang orang tuanya. Tahun 2010 ERHA menjadi pengelola
publisher, namun setahun kemudian akun publisher miliknya diblokir
karena dianggap tidak layak. Pada saat bersamaan 80% pengelola
publisher di Indonesia memang mengalami hal serupa. Total uangnya
sebesar 22.000 US Dollar hilang begitu saja. Kondisi keuangan
ERHA pun goyah namun dapat ia atasi dengan pendapatan sebagai
pembicara di seminar-seminar atau penjualan lainnya. Uang yang
didapat ia gunakan untuk mengedukasi internet anak-anak di panti
asuhan. ERHA hadir untuk berbagi, mengajarkan dan memberikan
motivasi, dan memberikan semangat untuk mengembangkan potensi,
khususnya kepada para penyandang tuna daksa. Kini, ERHA masih
menjadi pembicara di seminar-seminar dan mengelola publisher yang
menghasilkan puluhan juta rupiah setiap bulannya.
268

