Page 237 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 237

Pola Asuh Efektif untuk Anak di Era Digital

             menstimulasi keterampilan motorik kasar pada anak. Anak sehat
             jasmani adalah anak yang menggunakan motoriknya dengan optimal.
                  Kedua, perkembangan fi sik. Konsumsi media televisi dan gadget
             membuat anak betah berlama-lama berada di depan layar. Anak
             menjadi enggan melakukan aktivitas fi sik yang dapat mengakibatkan
             kegemukan dan obesitas. Sebagaimana kita ketahui, obesitas tidak
             hanya berdampak pada proporsi tubuh anak yang tidak sesuai
             dengan usianya, namun juga dapat menjadi sumber penyakit. Dengan
             bermain fi sik dan berolahraga, anak mengeluarkan keringat. Keringat
             merupakan hasil  detoksifi kasi terhadap racun-racun yang ada dalam
             tubuh. Dengan bermain dan olahraga, anak pun mendapatkan rasa
             nyaman dan rileks sebagai hasil pelepasan hormon oksitosin yang
             dihasilkan tubuh saat beraktivitas. Hormon ini memberikan anak rasa
             nyaman dan bahagia. Tidak jarang pula kasus malnutrisi terjadi pada
             anak yang terlalu lama bermain gadget dan menonton layar monitor.
             Mereka kurang memiliki nafsu makan dan cenderung pemilih saat
             makan. Hal ini dikarenakan fokus utama anak adalah  gadget-nya.
             Aktivitas makan menjadi aktivitas yang tidak menyenangkan dan
             hanya sebatas rutinitas. Dalam hal ini, anak tidak lagi berminat
             mengeksplorasi jenis-jenis tekstur makanan, warna-warni sayur-
             sayuran, dan menstimulasi indra pengecap dengan berbagai macam
             cita rasa makanan.
                  Ketiga,  perkembangan neurologi. Media teknologi sangat membantu
             dalam menstimulasi fungsi dan kerja otak anak. Banyaknya muatan
             informasi yang disediakan oleh media dan gadget diserap oleh otak
             dan direkam dalam memori anak. Perkembangan saraf-saraf otak
             terbentuk sangat cepat sejak bayi hingga mencapai maksimum pada
             usia remaja 14 tahun.  Saraf-saraf otak ini terbentuk dari banyaknya
             informasi dari luar yang diserap oleh indera (penglihatan, perasa,
             pendengaran, penciuman, dan pengecap) dan diproses oleh otak.
             Semakin banyak stimulasi yang terekspos oleh lingkungan, semakin
             banyak dan semakin sering informasi yang diserap anak, maka
             semakin berkembanglah sambungan saraf-saraf ini dengan kokoh.
             Orangtua dapat menggunakan media teknologi sebagai alat untuk
             memperkenalkan informasi baru bagi anak sejak dini. Sebagai contoh,
             tontonan  Baby Einstein dan metode fl ash card untuk mengaktivasi
             nalar bayi sudah tersedia di applikasi  YouTube.



                                                                                      205
   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241   242