Page 232 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 232
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
produser dan pencari bakat seperti Asta, personil RAN, serta Handy
dan Rio dari band Soulvibe. Mereka yakin Raisa mampu mengisi
panggung hiburan nasional dan menjadi terkenal tidak hanya di
YouTube. Mereka pun menawarkan diri untuk menjadi produser dari
album pertama Raisa yang kemudian meledak di pasaran (“Raisa
Andriana”, nd).
Di sisi lain, perkembangan teknologi Internet yang diwarnai
dengan percepatan perputaran informasi dan kemudahan akses dapat
menimbulkan persoalan tersendiri. Lima tahun yang lalu Kementerian
Komunikasi dan Informatika mencatat bahwa Indonesia masuk
dalam 10 besar negara pengakses situs pornografi di dunia maya dan
disinyalir akan mengalami kenaikan setiap tahunnya (“Anak-anak
Indonesia,” 2013). Akibat kemudahan akses situs porno di dunia
maya seorang siswa kelas VI sebuah sekolah dasar di Situbondo
memperkosa murid taman kanak-kanak setelah melihat video porno
dalam telepon genggam salah seorang temannya. Kasus serupa dalam
jumlah yang lebih mencengangkan juga terjadi di jenjang SMP dan
SMA, dimana 97 persen siswa dinyatakan pernah menonton atau
melihat konten berbau pornografi .
Kasus lainnya adalah sodomi yang dilakukan diantara anak-
anak serta aksi pemerkosaan oleh siswa-siswa SMP terhadap teman
sekolahnya beberapa waktu lalu akibat kebiasaan mereka menonton
dan membaca hal-hal yang berbau pornografi . Disinyalir, kasus-
kasus seperti ini terjadi akibat pola asuh orangtua yang kurang
memperhatikan perkembangan teknologi dan tidak sesuai dengan
kebutuhan anak pada jamannya. Meskipun wawasan tentang pola
asuh yang dimiliki orangtua tidak menjamin tingkat kesuksesan
mereka dalam mengasuh anak di era digital, namun maraknya
informasi negatif di dunia digital menjadi tantangan tersendiri bagi
para orangtua untuk memperkaya wawasan tentang pola asuh efektif
terhadap anaknya (“ Pornografi di kalangan pelajar”, 2013).
Menurut Baumrind (1991), ada empat tipe pola asuh yang dapat
diterapkan oleh orangtua. Pertama, pola asuh otoriter, yaitu tipe
pola asuh yang mengutamakan disiplin dan aturan. Kedua, pola asuh
permisif, dimana orangtua sering memanjakan anak, tidak banyak
menuntut anak, dan jarang mendisiplinkan anak. Tipe ketiga adalah
200

