Page 239 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 239
Pola Asuh Efektif untuk Anak di Era Digital
Ketujuh, perkembangan sosial. Kemampuan sosial adalah keahlian
dalam melakukan interaksi dengan orang lain, membina hubungan
yang bermakna, mempertahankan hubungan dengan orang lain,
empati, dan mengatasi konfl ik yang mungkin terjadi dikarenakan suatu
sebab. Di dunia Psikologi, perkembangan sosial erat kaitannya dengan
aspek emosi seseorang. Beberapa psikolog menggunakan terminologi
sosio-emosional yang memiliki arti kemampuan bersosialisasi dan
membentuk koneksi dengan orang lain yang dapat mempengaruhi
kesejahteraan emosi serta psikis seseorang. Saat bersosialisasi, anak
mempelajari respon emosinya terhadap perilaku orang lain sekaligus
mempelajari dan mengobservasi reaksi emosi orang lain. Dengan kata
lain, melalui perkembangan sosial anak belajar mawas diri (aware)
terhadap diri dan lingkungannya. Seiring dengan perkembangan
teknologi, seringkali anak terperangkap dalam lingkungan yang
“ramah” social media, di mana interaksi satu sama lain menjadi praktis
lewat aplikasi sosial seperti BBM, WhatsApp, LINE, Kakaotalk, dan
sebagainya. Teknologi sangat membantu anak dalam berkomunikasi
dengan orang lain. Namun, terkait aspek non-verbal, bahasa tubuh,
dan mimik emosi, anak tidak dapat belajar bersosialisasi dengan
gadget dan tanpa melakukan tatap muka secara langsung. Seringkali
anak terperangkap dalam keasyikan media dan gadget, sehingga lupa
melakukan interaksi dengan orang-orang sekelilingnya, termasuk
dengan teman-teman sekelasnya. Tidak jarang orangtua dan guru
melihat banyak anak generasi sekarang memiliki kemampuan empati
yang rendah, tidak berinisiatif untuk membina hubungan dengan
teman sebaya di kelas, dan sebagainya.
Kedelapan, perkembangan identifi kasi gender. Perkembangan
identifi kasi gender adalah kemampuan anak mengenal tuntutan
peran sosial terhadap identitas seksualnya, laki-laki atau perempuan.
Di era globalisasi manakala teknologi menjadi medium dalam
menjalankan fungsi sehari-hari, anak mempelajari peran gender dari
lingkungannya. Media televisi mempertontonkan gaya busana dan
bicara pria dan wanita. Zaman sekarang kita seringkali melihat role
model dalam media televisi yang beridentitas kelamin pria berbicara
dengan bahasa yang kemayu atau memakai jeans ketat dan lip gloss
di bibir. Kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender atau LGBT
mempopulerkan gaya hidup metrosexual dimana laki-laki dianggap
207

