Page 17 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 17
Dokumen ini teregistrasi hanya untuk Sdr/Sdri : ika.rudianto@staf.unair.ac.id - email: ika.rudianto@staf.unair.ac.id , Dilarang menyebarluaskan dokumen ini !!!
TALIJIWO
ika.rudianto@staf.unair.ac.id
SABTU 12 FEBRUARI TAHUN 2022 HALAMAN 17
Luwak di Tol kan cerita tentang perjuang-
an anak sekolah, perempu-
an, yang berjuang agar ke
sekolah diizinkan membawa
dua adik kecil-kecilnya
sebab di rumah tidak ada
ke Wadas yang jaga. Ibunya harus
menyawah. Pihak sekolah
akhirnya memberi izin.
Sastro membayangkan
istrinya, Jendro, akan tak
Ngukur tanah bawa meteran, ngantuk lagi membayangkan
jangan bawa polisi. bagaimana di ruang kelas, di
tengah pelajaran serius
seperti matematika tiba-tiba
LMU sederhana lapangan nya bagaimana. adik-adik itu menangis,
pemberian kakeknya Bisa saja situasinya meteran minta diantar pipis, minta
ini Sastro genggam susah di sana. Yang ada mainan, dan sebagainya.
kuat-kuat sepanjang cuma bedil-bedil polisi. Namun, itu tadi, di tengah
Ihidup. Kalau mau Kalau satu bedil katakanlah konflik Wadas, apakah
pergi mencangkul, ia bawa panjangnya satu meter, perjuangan gadis ini
cangkul. Bukan kuas. Suatu tinggal dihitung ada berapa termasuk perjuangan sang
Oleh SUJIWO TEJO hari, pas ia ingin pergi bedil yang di jejer-jejer. Itu ibu menyawah demi
mancing, ia bawa pancing ukurannya.” menghidupi keluarga masih
dan umpannya. Tidak ”Bagus!” ada apa-apanya dibanding
membawa polisi. ”Berarti aku benar, Jendro?” perjuangan mereka dalam
”Hidup harus empan ”Aku nggak peduli kamu tagar #WadasMelawan?
papan, situasional,” Sastro benar atau salah. Yang ***
teringat bagaimana di suatu penting kamu ngobrol. O iya, ada lagi amunisi
senja kakeknya membuat Panjang lebar. Itu bagus. cerita Sastro ke Jendro. Tak
simpulan dari ilmu seder- Agar aku tidak ngantuk.” usah takut hidup kejam
hana tersebut. Mau pergi *** seorang Mama Dedeh. gelondongan warisannya terhadap rakyat. Matinya
nangkap maling, nah baru Kemudian Sastro sepi Luntur semua dukungan ”Hmmmm…” sudah ia jual karena pembe- kelak akan tetap mulia. Bisnis
sebaiknya bawa polisi. Agar kembali. Jendro makin Dian, Deddy, Andre, dan ”Halah kamu cuma ham li terus-menerus berdatang- meratap dan menangis di
kita tidak dituduh main terkantuk-kantuk dalam lain-lain. Abdel menang. hem ham hem… Malah aku an. Kecuali satu kayu penguburan kaum hitam ini
hakim sendiri. mengemudi. ”Kamu ngikuti ”Hmmm…” sendiri yang banyak bicara. sepanjang 12 meter yang semakin merebak. Tinggal
Pukul 12-an malam. pertandingan pingpong ”Tapi, Sastro, suamiku, Ayo, dong, Mas Sastro, kamu diukur tanpa polisi. Siapa mengerahkan kaum peratap
Jendro yang sedang menge- dari komedian Desta dan tahu nggak yang bikin aku yang omong banyak. Biar pun yang datang untuk maupun kaum penangis itu,
mudi di jalan tol bertanya ke Abdel?” akhirnya Jendro terharu?” nggak ngantuk. Polisi membelinya, beberapa di pemakaman akan penuh
Sastro di sebelah kirinya,
181233 181233 memecah keheningan di ”Hmmm…” melarang kita nyetir dalam antaranya utusan penguasa, keharuan layaknya pe-
”Bagaimana kalau tanah antara sorot-sorot lampu ”Desta mengunggah keadaan ngantuk.” kayu itu tak dilepasnya. makaman kaum putih.
yang akan diukur itu terletak bus malam. chatting-an dengan putrinya ”Mereka masih sibuk di Lalu kebakaran terjadi di Ah, Sastro tak jadi mem-
di Wadas? Apa nggak perlu ”Hmmm…” cuma begitu di IG-nya dan bilang bahwa Wadas. Nggak akan ke sini sebuah kelenteng dan bawakan cerita itu. Ia malah
bawa polisi?” Sastro menyahut. kalau gini caranya ia tetap ngecek kamu ngantuk atau terutama membakar tiang bercerita tentang seorang
”Wah, yo embuh…” ”Aku itu mendukung Abdel, merasa menang: nggak.” sakanya. Tiang saka itu gadis yang selalu ceria, yang
”Jangan embah-embuh. lho. Bukan apa-apa, lha *** tingginya 12 meter, diukur tak pernah menangis,
Ayo jawab… Jangan berhenti Desta sudah banyak banget Ayah lagi di jalan? Sastro bukannya tak tanpa polisi. Tanpa ba-bi-bu, bahkan saat ortunya
ngobrol. Supaya aku nggak yang mendukung. Dian Ayah? memiliki bahan-bahan pengusaha Osing yang meninggal, tapi menangis
ngantuk.” Sastro, Deddy Corbuzier, Iya sayang cerita buat mengusir kantuk Nasrani ini menyumbangkan kuat-kuat kala luwak
”Lha kalau memang aku Andre Taulany, dan lain-lain Ayah bentar lagi nyampe? bu sopir. Amunisi itu banyak kayunya buat saka kelenteng kesayangannya meninggal.
nggak tahu masak aku jawab semua ke Desta. Ya, sudah. Ayah jangan sedih ya? sekali. Tapi, pikirnya, apakah yang akan direnovasi. ”Apa karena di dalam
panjang lebar. Ya kujawab Aku Abdel. Bu Lurahnya Tadi kalah di tengah-tengah konflik di Di tengah konflik Wadas, tubuhnya terkandung kopi?”
embuh saja. ’Ngukur tanah Abdel juga ndukung kesaya- Hahahaha gpp sayang Wadas ini cerita-cerita lain apakah cerita seperti itu tanya Jendro yang kantuknya
bawa meteran, jangan bawa ngan Mama Dedeh itu… Makasih ya masih terdengar menarik. masih menarik dan meng- tiba-tiba sirna. (*)
polisi’, itu kan kalau bukan di Masak aku kalah?” Gak sedih kok Sastro, misalnya, pernah usir kantuk bu sopir?
SUJIWO TEJO
Wadas. Di Wadas aku kan ”Hmmm…” Entar kakak mau tidur ngopi bareng pengusaha *** Tinggal di Twitter @sudjiwotedjo
nggak tahu kondisi ”Ternyata cukup doa sama ayah Osing. Beberapa kayu Sastro juga bisa membawa- dan Instagram @president_jancukers
SENI
Kepada Tanah, Pameran Solidaritas LBH Jogjakarta untuk membantu
mengawasi pendampingan hukum
di Enam Kota Jawa-Bali bagi warga Wadas.
Pada Selasa (8/2), Yayak sempat
Bersuara Polres Purworejo. ”Aku diintero-
dibawa ke Polsek Bener, lantas ke
gasi, dibentak, disuruh duduk
dengan teratur, terus pindah ke
sana-sini. Aku lihat orang-orang
lewat Karya lain yang ditahan ada yang mun-
tah, mungkin karena psikisnya
tertekan,” katanya dalam sambung-
an telepon yang beberapa kali
terputus sambung pada Kamis
untuk (10/2). Dia mengaku situasi di
Wadas hari itu begitu sepi. Banyak
warga yang mengungsi, sementara
aparat bersenjata terus berkeliling.
Atas penangkapan Yayak, muncul
Warga Wadas seruan dari kalangan seniman dan
warganet untuk membebaskan
Yayak. Seniman yang juga aktivis
tersebut lantas dibebaskan keesokan
harinya (9/2). ”Pada saat sebelum
dibebaskan itu, ada konferensi pers
Seni bukan sekadar estetika. di Polres Purworejo. Aku disem-
Meski indah, ia juga harus bunyikan di masjid belakang supaya
WUJUD SOLIDARITAS: tidak kelihatan wartawan,” urai dia.
mengandung makna. Sebagai Seniman Taring Padi Yayak Peristiwa penangkapan Yayak
Yatmaka (kanan) saat menggelar bertepatan dengan pembukaan
penanda zaman, lewat seni, suara workshop seni di Surabaya. pameran Kepada Tanah di Ba-
perjuangan itu bisa digaungkan. Inset, suasana pameran Kepada dung, Bali. ”Waktu kami ada acara
Tanah di Uma Seminyak, Badung, Bali.
ini, ternyata ada aktivitas penguku-
ran lahan di Wadas dan Bung
AGASAN seni yang ”Sinyal lagi dirusak polisi. Aku di Yayak ditangkap,” kata Raung
dekat dengan Wadas. Suasana mencekam,” tulis Singosari, anggota Taring Padi.
realitas zaman Dalam pameran tersebut, dijajak- menjadi yang paling benar. Setelah Yayak lewat pesan WhatsApp Pria yang kerap disapa Bebe itu
tersebut dipelopori an aneka produk agraria khas Desa para seniman berkunjung ke kepada Jawa Pos. Siang itu (10/2) memaparkan, Taring padi melaku-
Gfilsuf sosial Rusia Wadas. Ada kopi robusta, gula Wadas, memperhatikan kenyataan adalah sehari setelah Yayak kan kerja-kerja kesenian yang
Nikolai Chernyshevsky. Dalam aren, dan aneka keripik. Seluruh dari sisi yang lain, mereka tergerak dibebaskan aparat. beragam untuk warga Wadas. Di
bukunya Hubungan Estetik Seni hasil penjualan dari pameran itu untuk bersuara lewat karya. Saat itu dia berada di rumah antaranya ikut andil dalam pembua-
dengan Realitas (Ultimus, 2006), diserahkan kepada Warga Wadas. Sebelum Pameran Kepada Tanah salah seorang warga Desa Wadas, tan mural bersama seniman-seni-
Chernyshevsky menjlentrehkan Sirin Farid Stevy, seniman yang pada Agustus 2021, sejumlah Purworejo, Sebelumnya, pada man, mengajari pembuatan wayang
mengapa seni harus dekat dengan turut serta dalam Pameran Kepada seniman juga bekerja sama dalam Selasa (8/2). Perupa Taring Padi itu kardus, membuat poster dan
keseharian. Tanah, menuturkan, tiap-tiap proyek Mural Solidaritas Wadas. sempat ditahan. Dia ditangkap spanduk yang disebar di lingkungan
Pameran Kepada Tanah bisa seniman menyumbang karya yang Taring Padi dan Farid pun terlibat ketika hendak memastikan Desa Wadas dan macam-macam
menjadi contoh. Pameran yang dibubuhkan pada kemasan kopi di dalamnya. Poster, spanduk, keamanan anak-anak di Wadas kegiatan lainnya.
melibatkan 22 seniman dan robusta. ”Ada yang menulis teks baliho, dan wayang kardus di- yang tertekan melihat kondisi di Dalam Pameran Kepada Tanah,
berpameran di Badung (8–15 tentang narasi perjuangan warga pasang di posko-posko dan sekitarnya. Yayak memang berada Taring Padi memamerkan poster-
Februari), Batu (12–17 Februari), Wadas, ada yang menggambar, ada sudut-sudut perkampungan. Kini di Wadas untuk memberi poster yang mengandung pesan isu
Semarang (16–23 Februari), Jakarta yang menempeli kemasan kopi itu semua karya itu dilucuti aparat. pendampingan kepada anak-anak lingkungan. Itu bukan kali pertama
(18–25 Februari), Jogja (20–28 dengan sesuatu. Masing-masing ”Tinggal mural di media permanen yang mengalami trauma. bagi Taring Padi untuk ikut serta
Februari), dan Bandung (22–28 seniman membuat 5–7 karya seni (dinding rumah warga, Red) yang Lewat aktivitas ”Sekolah Anak dalam aktivisme sosial. ”Jadi,
Februari) menyuarakan isu terkini di kemasan kopi itu,” papar Farid. masih ada,” ungkap Farid. Merdeka”, pria yang lahir dengan poster-poster yang ada itu tidak
soal konflik tanah di Wadas. Dia berkata, tindakan-tindakan Salah seorang seniman Taring nama Bambang Adyatmata itu semuanya baru. Ada poster lama
Pameran Kepada Tanah diinisiasi tersebut dilakukan agar masyara- Padi, Yayak Yatmaka, saat dikontak membantu trauma healing pada yang dipakai untuk isu lingkungan
sejak lebih dari dua bulan yang kat memperhatikan narasi-narasi Jawa Pos Kamis (10/2) lalu untuk anak-anak. Termasuk, di antara- di Kendeng seperti poster tentang
lalu. Sebanyak 22 seniman dari pembanding ketika narasi utama meminta waktu wawancara nya, lewat aktivitas berkesenian. air yang kami pamerkan lagi,” papar
berbagai kota terlibat di dalamnya. dari pemerintah selalu dianggap mengatakan tidak sedang di galeri. Selain itu, dia bergerak bersama Bebe. (rin/c13/dra)

