Page 15 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 15
Dokumen ini teregistrasi hanya untuk Sdr/Sdri : ika.rudianto@staf.unair.ac.id - email: ika.rudianto@staf.unair.ac.id , Dilarang menyebarluaskan dokumen ini !!!
SAJAK
ika.rudianto@staf.unair.ac.id
SABTU 12 FEBRUARI TAHUN 2022 HALAMAN 15
Kisah Cinta #SaveWadas
Sinetron hanya ada satu kata: GUSUR!!!
Dunia Ketiga kata polisi
lalu selfie.
bermula dari seekor anak ayam
lalu kenal seorang lelaki bernama Jogja, 2022
Untung.
Wasti Ngobor Kodok
sejak menjanda kurang dari tiga bulan
kini nasibnya tak lagi buntung.
Pinggir Kali
hidup dari cinta untuk menyusui suaminya lupa kapan harus pulang.
tak membuatnya bahagia. yang setiap malam menyusu hidup selulup di warung pinggir kali
hidup dari janji lelaki dengan seorang telembuk Eretan. seorang lelaki bernama Untung kakang minta basah
menyulapnya jadi janda. menikahi Nurlaila disiram sekali, minta dua kali.
ia sepakat pada cinta pura-pura lupa istri pertama.
tapi ia merasa beruntung yang merelakan burung suaminya sepandai-pandai ikan berenang
ada seorang lelaki menyenggol hatinya keluar masuk kandang, bermula dari seekor anak ayam kena kail juga.
dan ia jatuh dalam cinta dunia ketiga. asal hati suaminya tak ikut dikandang. cinta Nurlaila dan Untung digoreng, jadi bancakan di meja makan
berkokok setiap pagi. difoto dan di-share di media sosial.
tarik-ulur hati layang-layang tapi ia merasa beruntung
mekarlah hati si kembang goyang. ada seorang lelaki menyenggol hatinya matahari terbit dari mata mereka. KEDUNG DARMA sekarang hidup terang benderang
dan ia jatuh dalam cinta pandangan ROMANSHA menyilaukan mata
Kelahiran Indramayu.
di pelaminan mereka mengucap pertama lubang kedua. ketika malam datang Ia bersama kawan- tapi banyak orang mencari gelap
sumpah mereka menciptakan bulan kawan muda kamu mencari gelap di warung
Indramayu mendirikan
janji perkawinan mangsa ketiga. Nurlaila di atas ranjang aku mencari gelap di buku pernikahan.
komunitas ”Jamaah
bermula dari seekor anak ayam yang terbuat dari bulu-bulu ayam. Telembukiyah” yang
setiap malam mereka mengutil bulan pemberian neneknya. bergerak di bidang Covid-19 mirip petugas PLN
sastra dan sosial.
: kiriman kado pernikahan. Nurlaila merasa anak ayam telah dan paginya mereka kembali Salah satu yang mati hidup bergantung pulsa
menyelamatkan berkokok. dilakukan komunitas ini hidup hemat daya
adalah mengajar ngaji
kini bulan yang montok itu bopeng masa depannya yang tak lagi utuh. anak-anak PSK. hemat kuota bulanan
menjadi remah cahaya di atas ranjang tapi Wasti yang kesandung janji bulan yang lowbat di sisa genangan hujan
mereka. di usia 16 tahun ia sudah memanggul Untung hujan yang jatuh di atap warung
hati yang patah pulang dari Taiwan bocor dari tubuhmu
181233 181233
ketika Wasti mencuci baju suaminya ketika tubuhnya sedang bergetah. meminta dibangunkan seperti tangisanku yang pecah malam itu.
dilihat kantong suaminya bolong cinta yang dulu menjatuhkannya.
semua. bermula dari seekor anak ayam pamit ngobor kodok
ia meminjam benang & jarum bisnisnya kini bertelur setiap bulan. tapi nasib baik tidak berada di tangan nyangkut di warung Ma Ewok.
tetangga yang baik
untuk menjahit kantong suaminya. ayam-ayamnya semok Untung minta hidup bertiga kembang mekar di mulut-mulut
tetangga berkata: setiap pagi rajin berkokok. atas nama janji agama. Pindai kode ini untuk air jatuh membawa lumut-lumut.
melihat pembacaan
tak ada yang mempunyai jarum & puisi oleh
benang di mangsa ketiga. bermula dari seekor anak ayam tapi Wasti yang kelewat cinta Kedung Darma ikan gabus umpannya kodok
Romansha
dan seorang lelaki bernama Untung, mengambil jimat dan membantingnya kodok mati, ikan gabus jadi bancakan di meja makan
lalu ia dikenalkan bos Jakarta hidupnya tak lagi digantung di depan Untung, ’’Dua puluh juta!’’ difoto dan di-share di media sosial
asal Kota Mangga. dan berkalang sarung. Wasti membelinya. kenapa aib membutuhkan viral?
dalam balutan goyangan Nok Diva, Untung semaput, kelepek-kelepek,
si bos berkata: seorang lelaki bernama Untung mirip ayam keracunan Jogja, 2022
benang & jarum ada di Taiwan. hatinya nyungsep setelah mata minta ampun di ketiak Wasti.
Nurlaila mendorongnya.
lalu ia terbang ke Taiwan Jogja, 2019 MAKLUMAT
untuk menambal kantong suaminya. seorang lelaki bernama Untung JAWA POS menerima kiriman puisi dengan jumlah karya minimal tiga. Pengirim puisi diharap menyertakan
ia terbang ke Taiwan hatinya dikandang wangi kembang biodata singkat, foto terbaru, kartu identitas, dan NPWP. Puisi dikirim ke sajak@jawapos.co.id
BUKU
Dunia Lintas Batas dan bagaimana seni memicu
agensi subjek untuk
berperan aktif melakukan
penyelamatan lingkungan
hidup. Dalam fungsi ini
Pengembaraan Logika yang publik, menggerakkan
seni menjelma menjadi
yang sosial untuk ber-
tanggung jawab terhadap
kelestarian lingkungan
hidup (halaman 36).
Saras Dewi me- I tengah untuk membedah segala kepentingan dominasi Dengan kesegaran
pandemi problem manusia. untuk menundukkan alam, artikulasi yang terjaga dan
naut kan peristiwa yang belum Dengannya, ia mengkritisi juga sebagai alat subjugasi bertenaga, cakrawala
selesai, kita
dengan filsafat Ddikejutkan masalah esensial mengenai sesama manusia. intelektualitas Saras Memahami Dasar
Ilmu Komunikasi
hubungan manusia dengan
Tujuannya untuk melang-
menjangkau wilayah yang
lewat penyajian dengan berbagai fenomena alam saat ini. Membahas gengkan kelas-kelas dalam jauh. Filsafat tidak lagi
kemanusiaan. Mulai laut, bagian penting dari masyarakat, juga memeras menjadi bahasa langit yang BUKU ini berupaya menyajikan filsafat
komunikasi secara lebih memadai.
yang ringan serta kekerasan seksual, sedi- masyarakat kita, Saras sumber daya yang berada jauh, mengawang, dan tak Penulis memberikan jawaban atas krisis
partisipatoris. mentasi sosial, hingga menyitir Heidegger bahwa di alam. Teknologi tidak terjangkau, tapi menjadi kebenaran pengetahuan ilmu komunikasi
dalam tinjauan ontologis, epistemologis,
dimiliki serta dioperasikan
laut adalah bagian kesehari-
kerusakan lingkungan.
ramah, elegan, dan
dan aksiologis. Dimulai dari pemahaman
Bencana melanda, tidak an manusia yang memben- secara demokratis. Ia kontekstual. mengenai filsafat, ilmu, hingga komunikasi
hanya terjadi di alam, tapi tuk karakter dan wataknya. menjadi alat kekuasaan, Tulisannya mendahului yang dirunut dari dasar-dasar keilmuan
juga kehidupan. Di era Mengarungi lautan adalah berwujud sebagai bahasa, isu konservasi dan ling- (ontologi, epistemologi, dan aksiologi).
Hingga kepada penjelajahan mengenai
global di mana penguasaan perjuangannya untuk senjata, juga mesin (ha- kungan, teknologi, serta penelitian sebagai basis ilmu komunikasi.
teknologi menjadi kunci, mewujudkan otentisitas, laman 84) Semua itu berhu- fenomena global yang Munculnya revolusi komunikasi melahirkan
ada persoalan mendasar suatu in-der-Welt-Sein, lu pada kapitalisme dituliskan sebagai catatan tanggung jawab moral, sosial, dan budaya
dalam pola pikir kita yang pengalaman berada di sehingga isu lingkungan peristiwa dengan perspektif bagi ilmuwan komunikasi.
mengakibatkan berbagai dunia (halaman 16). ditekan di bawah isu politik etis, estetis, dan kultural. Judul:
macam problem itu Laut adalah bagian dari kapitalistik. Cara menautkan peristiwa FILSAFAT KOMUNIKASI;
Oleh muncul dan menimbulkan eksistensi masyarakat Pun demikian, Saras dengan filsafat disajikan PENGANTAR ONTOLOGIS,
PURNAWAN ANDRA ketidaksetimbangan dalam Nusantara. Seperti dicon- percaya sensibilitas seni dengan ringan, juga EPISTEMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS
Bekerja di Direktorat hidup manusia. tohkannya melalui penem- bisa merekonstruksi partisipatoris –tidak berdiri Penulis:
Pengembangan Saras Dewi menawarkan patan barisan pura di Bali keselarasan dengan sendiri, tapi mengajak Mohammad Zamroni
& Pemanfaatan pisau analisis melalui yang menjadi wahana lingkungan hidup. Dalam
Kebudayaan pembacanya terlibat di Penerbit:
Ditjen Kebudayaan logika filsafat untuk simbolisme ritual terhadap esai Alam Melalui Seni, ia dalamnya sebagai biografi Ircisod/2022
Kemendikbudristek mengupas berbagai eksistensi laut dalam menyitir konsep Merleau kreatif: realitas yang
fenomena tersebut. Semua- kehidupan. Dalam konteks Ponty tentang ”chiasma” ditangkap pancaindra Genre:
nya terangkum dalam buku kultural, laut berada dalam relasi keterjalinan manu- dengan berbasis penga- Filfasat/komunikasi
yang merangkum tujuh esai konteks sekala niskala, sia-alam pada tubuh. Deng- laman tubuhnya. THE ART OF BEING MEDIOCRE;
berisi pembahasan kom- harmoni, dan keseimbang- an tubuhnya, manusia Dengannya, esai-esainya MENJADI ORANG BIASA
pleksitas dan ambiguitas an dalam logika dan sikap mampu menghadirkan kronometrik: merangkum DAN TETAP BAHAGIA
fenomena masa kini ini. hidup masyarakat. sesuatu yang lebih dari waktu yang lama dan masa Novita Widyastuti
Laksana/2022
Ia memulai langkah Saras menolak laut sebatas pengalaman depan, terangkum dalam Parenting
tersebut dengan refleksi kri- sebagai objek antroposent- empiris manusia tentang masa kekinian. Dunia lintas
tis tentang filsafat itu risme belaka, seperti yang alam, tetapi juga impresi, batas Saras membuat SAMUDRA HIKMAH:
sendiri. Filsafat, ilmu yang terjadi dalam kasus ru- emosi, dan sensasi yang pembacanya melakukan SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
DAN SYEKH NAJMUDDIN KUBRO
dianggap tidak ramah saknya ekosistem laut sifatnya personal sekaligus pengembaraan logika Nur Khalik Ridwan
terhadap perempuan, belakangan ini. Ia menyiny- universal (halaman 34). untuk sampai ke satu yang DIVA Press/2022
dibuktikannya sebagai alir kuasa teknologi yang Seni menjadi daya estetis utuh dan padu menuju Agama
pemikiran yang sangat berpengaruh besar terha- untuk bersentuhan lang- dunia keseluruhan. BERUMAH DI KESUNYIAN
Judul: Sembahyang Bhuvana: Renungan Filosofis membumi. Filsafat menjadi dap perubahan relasi sung dengan alam. Yeni Purnama Sari
tentang Tubuh, Seni, dan Lingkungan Buku ini menjadi kilasan
kerangka berpikir kritis manusia dengan alam. Seni digunakan untuk pemikiran yang lahir dari JBS/2022
Penulis: Saras Dewi sebagai pemahaman dasar Hal ini ditegaskan dalam menjaga pengetahuan yang semangat dan harapan Fiksi/puisi
Penerbit: Pojok Cerpen dan Tanda Baca untuk dapat terhubung dan esai Sembahyang Bhuvana peka terhadap lingkungan penulis tentang bagaimana * Sumber buku baru
melakukan elaborasi yang menjadi judul buku hidup. Baik melalui per-
Cetakan: Pertama, Januari 2022 kita bisa mendapatkan penerbit DIVA Press
dengan disiplin ilmu lain ini. Menyitir Adorno & spektif kritis maupun kehidupan yang lebih (IG: @penerbitdivapress)
Tebal: xii + 113 halaman
seperti ekonomi, politik, Horkheimer, teknologi fenomenologi, yang paling beradab dan berkualitas dan penerbit lainnya
ISBN: 978-623-5869-01-8 antropologi, hingga seni menjadi bagian dari dibutuhkan saat ini adalah daripada saat ini. (*)

