Page 17 - index
P. 17
Pengantar Editor
Kalau kita ingin memperoleh gambaran secara rinci mengenai
modernisasi perikanan yang tengah terjadi dan dialami komunitas
nelayan, misalnya, maka beberapa contoh pertanyaan harus dijawab
biasanya adalah di seputar: bagaimana bentuk konkrit paket modernisasi
yang tengah diintroduksikan? Siapa yang mengintroduksikan dan siapa
pula yang mampu memanfaatkan paket modernisasi itu? Kendala-
kendala apa sajakah yang menghambat proses introduksi paket mo-
dernisasi perikanan? Demikian seterusnya.
Sementara itu, penelitian eksplanatif biasanya dilakukan seorang
peneliti untuk mengetahui atau memperoleh informasi tentang apakah
perubahan kuantitas/kualitas suatu variabel seiring, atau memengaruhi
PRENADAMEDIA GROUP
perubahan kuantitas/kualitas variabel yang lain. “Pengaruh tayangan
adegan kekerasan dan pornografi terhadap perilaku kenakalan remaja”
atau “Pengaruh etos kerja dan besar gaji terhadap kualitas pelayanan
pekerja bank swasta” adalah beberapa contoh penelitian eksplanatif.
Penelitian eksplanatif yang sederhana biasanya hanya menguji
kekuatan hubungan dua variabel. Tetapi, dengan pertimbangan mutu
yang ingin diraih, tidak jarang penelitian eksplanatif menguji hubungan
antara tiga atau empat variabel atau bahkan lebih. Dengan bantuan
komputer, jumlah variabel yang dapat diuji dalam penelitian eksplanatif
makin lama makin rumit dan kompleks.
Sebagian besar penulis buku ini sepakat bahwa dalam penelitian
sosial penentuan metode yang dipergunakan dan langkah-langkah
apa yang harus ditempuh, merupakan hal yang penting dan sentral.
Penting karena penelitian yang mencoba mengkaji masalah sosial apa
pun tidak mungkin dilakukan tanpa didukung oleh metode penelitian
tertentu. Sentral karena kebenaran seluruh temuan data yang diteliti—
simpulan dan implikasi hasil penelitian—semuanya sesungguhnya
sedikit banyak ditentukan oleh kebenaran dan ketepatan metode yang
dipilih.
Hanya, satu hal yang perlu selalu diingat oleh peneliti ilmu sosial
adalah jenis penelitian apa pun yang dilakukan, metode yang dipilih
harus mempertimbangkan kesesuaiannya dengan objek studi, atau
dengan kata lain objeklah yang menentukan metode, bukan sebaliknya.
Tujuan penelitian sosial adalah untuk memahami realitas sosial, dan
keberadaan metode membantu kita agar dapat memahami realitas sosial
itu secara lebih cermat. Metode hanyalah alat, ia bukanlah ideologi
xv

