Page 16 - index
P. 16
Metode Penelitian Sosial
indrawi. Artinya, pendekatan positivistik (lazim pula disebut dengan
pendekatan empiris) berasumsi bahwa suatu gejala itu hanya boleh
dinilai “betul” (true)—bukan benar (right)—manakala gejala itu kasat
mata, bisa diamati, dan bisa diukur. Dalam perkembangannya kemudian,
metode yang dipergunakan dalam pendekatan positivistik di atas mulai
dimodifikasi, dan bahkan ditinggalkan ketika dalam kenyataan para
peneliti ilmu sosial menemukan ternyata tidak semua gejala sosio-
budaya dapat diukur dan dikuantifikasi seperti halnya realitas fisik-
anorganik.
Beberapa tokoh dari pendekatan interaksionisme simbolik—Mead,
misalnya—menilai bahwa sesungguhnya mustahil untuk mengonsepkan
PRENADAMEDIA GROUP
objek-objek kajian ilmu sosial sepenuhnya sebagai suatu yang memiliki
raga dan selalu dapat diobservasi. Apa yang disebut social fact dan
social truth dalam penelitian ilmu sosial, adalah gejala yang hanya
dapat dipahami secara baik bila peneliti mempertajam apa yang disebut
intuitive insight guna “memahami dari dalam” verstehen ihwal objek
kajiannya.
Seorang peneliti yang tidak hendak dikungkung fakta-fakta semu
dan gejala yang dangkal—sebagaimana dikatakan Peter L. Berger
(1985)—ia harus memiliki mental subversif, dalam arti senantiasa ber-
keinginan untuk membongkar hal-hal yang sudah mapan dan mencari
apa sebenarnya yang ada dan terjadi dibalik realitas yang manifes.
Seperti dikemukakan beberapa penulis dalam buku ini, dalam
ilmu sosial—atas dasar tujuannya—sekurang-kurangnya dapat dibedakan
dua jenis penelitian, yakni penelitian deskriptif dan penelitian
eksplanatif. Penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan ihwal masalah
atau objek tertentu secara rinci disebut penelitian deskriptif, sedangkan
penelitian yang menghasilkan jawaban tentang hubungan antar-objek
atau variabel disebut penelitian eksplanatif. Penelitian yang deskriptif
dapat bertipe kuantitatif atau kualitatif, sedangkan penelitian yang
eksplanatif hampir selalu bertipe kuantitatif.
Penelitian deskriptif—baik itu penelitian survei maupun penelitian
kualitatif—biasanya dilakukan seorang peneliti untuk menjawab sebuah
atau beberapa pertanyaan mengenai keadaan suatu objek atau subjek
amatan secara rinci. Pertanyaan-pertanyaan standar yang diajukan dalam
penelitian deskriptif berkenaan dengan the what, who, why, where,
when,dan how-nya objek penelitian.
xiv

