Page 497 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 497
Psikoteknologi dan Perkembangan Psikologi Indonesia
tersebut, terdapat interaksi yang dirancang secara sistematis di
antara teori dan pemahaman mengenai masalah, hingga akhirnya
masalah tersebut mendapatkan solusinya. Dalam menjalankan teknik
psikoterapi, misalnya, seorang psikolog mencoba menerapkan prinsip
maupun teori psikologi yang ia ketahui terkait dengan permasalahan
yang dihadapi oleh kliennya. Teknik psikoterapi yang digunakannya
membantu sang psikolog dan kliennya menyelesaikan masalah
yang dihadapi. Teknik tersebut menjadi jembatan untuk mencapai
pemecahan masalah. Teknik tersebut bukanlah pemecahan masalah
itu sendiri. Teknik tersebut yang lantas kita sebut dengan psikoteknik.
Kekhawatiran Heidegger mengenai perkembangan teknologi
modern, bisa juga terjadi pada psikologi, yaitu ketika sebuah teknik
psikologi dijadikan fokus dalam menghadapi sebuah masalah, hingga
teknik tersebut dianggap sebagai pemecahan masalah. Seperti halnya
telepon pada contoh sebelumnya, sebuah psikoteknik tidak akan
digunakan jika kita tidak memahami semua kondisi yang menjadi
prasyaratnya,baik dari sisi teorinya maupun masalahnya. Tanpa
pemahaman tersebut, yang terjadi adalah pemaksaan penerapan
sebuah teknik pada sebuah masalah. Walaupun kemudian masalah
yang dihadapi itu terselesaikan, kita tidak pernah bisa mengatakan
bahwa teknik tersebut berhasil. Dengan demikian, tidak ada masukan
yang berarti untuk teori atau prinsip psikologi yang digunakan, atau
bahkan masukan yang diterima adalah masukan yang tidak tepat.
Suatu konsekuensi yang paling buruk bagi perkembangan psikologi.
Pemahaman Psikoteknologi untuk Pendidikan
Psikologi
Roberts (2008) menyebutkan bahwa salah satu kegunaan yang
bisa didapatkan dengan menggunakan istilah psikoteknologi adalah
kita dapat melihat berbagai macam teknik psikologi yang digunakan
dalam meningkatkan tingkah laku individu dan bagaimana mereka
semua sebenarnya saling terkait, karena masing-masing memiliki
peran dalam pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai
manusia. Pemahaman mengenai psikoteknologi, lanjut Roberts,
membantu kita untuk kesalahan berpikir dalam memandang teknik-
teknik psikologi, yaitu untuk sebuah masalah hanya terdapat sebuah
465

