Page 492 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 492

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            (2008) menyatakan bahwa kata teknologi sebenarnya mengacu pada
            sebuah teknik, metode, cara, atau keahlian cipta terstandar yang
            dilakukan untuk menghasilkan sebuah barang atau cara-cara yang
            efektif dalam memecahkan masalah.
                 Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat dikatakan
            bahwa teknologi bukan merujuk pada sebuah benda, melainkan pada
            metode sistematis yang dilakukan untuk menciptakan sesuatu dengan
            tujuan membantu manusia dalam pemecahan masalah. Berkenaan
            dengan hal ini,  Heidegger (1977) mengatakan bahwa kata ‘teknologi’
            sebenarnya merujuk pada upaya (manusia) untuk menyingkap (way
            of revealing).
                 Dalam     psikologi    dikenal     istilah   ‘psikoteknologi’.   Kata
            psikoteknologi pertama kali diberikan oleh William Stern pada
            sekitar tahun 1900 (Pickren & Rutherford, 2010) dengan pengertian
            yang mengacu pada  ”the practice of studying individual differences
            for ‘human management’ purposes”. Dalam konteks akademis kata
            tersebut digunakan pertama kali oleh Hugo Munsterberg di dalam
            kuliah yang diberikannya di Universitas Berlin pada tahun 1910
            (Hoskovec & Brozek, 2007).  Psikoteknologi sendiri menurut Hoskovec
            dan Brozek, dalam konteks penerapannya mengalami perkembangan
            yang cukup cepat di Jerman dan Amerika Serikat pada masa Perang
            Dunia I. Di kedua negara tersebut psikoteknologi berkembang karena
            proses seleksi anggota tentara dan militer menjadi isu yang penting.
                 Dalam perkembangan psikologi kata psikoteknologi makin lama
            makin menghilang. Istilah psikoteknologi menurut Albert (1999) tidak
            lagi banyak digunakan oleh psikolog maupun ilmuwan psikologi
            yang ada di Amerika, namun sering digunakan di literatur  fi ksi
            dalam berbagai cerita yang terkait dengan hal-hal yang berkaitan
            dengan kemampuan mengontrol pikiran manusia (Albert, 1999).
            Di Indonesia sendiri istilah tersebut juga sangat jarang digunakan
            dalam tulisan-tulisan ilmiah Psikologi. Tulisan ini disusun sebagai
            bentuk usaha untuk menegaskan kembali defi nisi psikoteknologi dan
            memperlihatkan perannya dalam penerapan psikologi.











          460
   487   488   489   490   491   492   493   494   495   496   497