Page 491 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 491
31
Psikoteknologi dan Perkembangan
Psikologi Indonesia
Raymond Godwin
endengar kata “teknologi” yang terlintas di benak kita
Madalah peralatan seperti komputer, telepon genggam pintar
( smartphone), mobil, pesawat, sinar laser, robot, dan berbagai macam
benda lainnya yang digunakan oleh manusia untuk memudahkan
aktivitasnya. Kata “teknologi” berakar dari kata techne, yang secara
umum memiliki arti karya cipta (craft) atau karya seni (art). Tabachnick
(2004) menjelaskan bahwa kata techne dapat diartikan juga sebagai
pengetahuan (knowledge). Namun, berbeda dengan episteme yang
juga memiliki makna sama, kata techne merujuk pada pengetahuan
teknis ( technical knowledge), bukan pengetahuan ilmiah (scientifi c
knowledge). Menyadari hal itu, lanjut Tabachnick, kata techne
mengacu pada pengetahuan yang berkaitan dengan usaha penciptaan
sesuatu tanpa mempertimbangkan pengetahuan tentang barang/jasa
yang diciptakan. Oleh karena itu, Tabachnik menjelaskan bahwa kata
‘teknologi’ merujuk bukan pada produk hasil cipta/seni, baik barang
maupun jasa, melainkan lebih pada sebuah pengetahuan atau usaha
sistematis mengenai seni tersebut.
Djojohadikusumo (2007) menjelaskan bahwa teknologi
mengandung dua dimensi yang berkaitan, yaitu bidang ilmu
pengetahuan (science) dan bidang rekayasa (engineering). Dengan
kata lain, menurut Djojohadikusumo, teknologi mencakup teknik dan
peralatan untuk menyelenggarakan rancangan yang didasarkan atas
hasil ilmu pengetahuan. Sejalan dengan pendapat tersebut, Roberts
459

