Page 315 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 315
Meneropong Penelitian Media Sosial di Indonesia: Tinjauan Cakupan
Masalah dan Solusi Terkait Media Sosial di Indonesia
Fungsi media sosial dalam memberikan informasi dan menjalin
komunikasi memberikan beragam manfaat positif mulai dari
meningkatkan kualitas layanan kesehatan, menyediakan informasi
terkait perkuliahan, sampai dengan membantu komunikasi mengenai
risiko bencana. Tampilan interaktif, penggunaan sederhana dan praktis
membuat media sosial menjadi alat utama dalam membantu proses
interaksi manusia. Akan tetapi media sosial juga dapat menimbulkan
masalah yang lahir dari penyaluran informasi negatif, manipulasi
opini dengan akun-akun bodong, termasuk pula keterbatasan
infrastruktur telekomunikasi. Masalah yang terakhir jika dibiarkan
terendap akan berpotensi menjadi jurang pemisah raksasa antara si
kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh, serta si Indonesia Barat
dan si Indonesia Timur.
Delapanbelas literatur dalam tinjauan ini menyebutkan sebanyak
12 solusi beserta enam masalah yang penting untuk ditindaklanjuti
dan atau dipertimbangkan di masa depan. Angka tersebut
menunjukkan bahwa hasil penelitian terkini dan berkualitas tentang
media sosial lebih banyak menemukan media sosial sebagai solusi
ketimbang sebagai masalah. Tren ini menunjukkan indikasi bahwa
penelitian tentang media sosial di Indonesia masih belum dominan
orientasi kritisnya. Penelitian di Indonesia memang lebih condong
diarahkan oleh pemegang kekuasaan untuk menjadi penyedia
solusi dan pendukung keteraturan. Praktis fungsi dekonstruksi dan
penyeimbang dari penelitian menjadi minim dan cenderung non-
eksisten. Hal ini memprihatinkan, mengingat pers sebagai salah satu
pilar demokrasi saat ini banyak yang berangsur-angsur memudar
perannya sebagai analis kritis dan lebih menjalankan peran sebagai
lap dog dari pemangku kuasa dan pemegang modal. Hal ini menarik
karena kebetulan bisnis dan politik adalah dua dari tiga bidang ilmu
yang paling sering dikaji dalam tinjauan cakupan ini. Apakah berarti
bahwa peneliti adalah lap dog dari pemangku kuasa dan pemegang
modal? Bisa jadi.
283

