Page 307 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 307

Meneropong Penelitian Media Sosial di Indonesia: Tinjauan Cakupan

             Joanna Briggs Institute menyebutkan bahwa tinjauan sistematis dari
             penelitian-penelitian uji acak terkendali merupakan evidensi dengan
             level tertinggi dibandingkan evidensi lain (JBI, 2014). Melakukan
             tinjauan cakupan terhadap literatur terkait isu-isu sensitif juga akan
             membantu kita melihat betapa opini publik acap kali digiring oleh
             karya-karya “ilmiah” di negara maju. Mengapa kata ilmiah kami
             beri tanda petik? Karena kami menganggap bahwa karya ilmiah
             sering diproduksi demi mendukung pembangunan opini arus utama
             sedangkan evidensi yang berbeda dengan arus utama akan dengan
             mudah ditekan dan dibinasakan. Tentu kami punya basis argumentasi
             di balik opini ini, namun hal tersebut akan dibahas di ruang dan
             waktu yang lain.
                  Tinjauan ini mengikuti lima tahapan yang dianjurkan oleh
             Arksey dan O’Malley (2005), yaitu: (1) mengidentifi kasi  pertanyaan
             atau tujuan tinjauan; (2) menemukan literatur-literatur yang relevan;
             (3) menyeleksi literatur; (4) memetakan data; dan (5) mengorganisir,
             merangkum serta melaporkan hasil. Kriteria inklusi dalam tinjauan ini
             adalah: (1) merupakan hasil penelitian empiris; (2) membahas  media
             sosial, di mana  media sosial didefi nisikan sebagai layanan berbasis
             Internet yang membuat individu dapat membentuk profi l  publik
             dalam sebuah sistem, berkomunikasi dan berbagi konten dengan
             pengguna lain dan melihat koneksi/pengguna lain dalam sistem
             (Boyd & Ellison, 2008); dan (3) terkait Indonesia dan masyarakatnya.
             Selanjutnya kriteria eksklusi dalam tinjauan ini adalah: (1) merupakan
             aplikasi yang tidak memiliki unsur komunikasi/berbagi konten; (2)
             merupakan hasil pemikiran atau tinjauan literatur; (3) merupakan
             artikel prosiding; dan (4) merupakan bab dalam buku.
                  Tinjauan ini hanya akan mempertimbangkan penelitian yang
             sudah diterbitkan di jurnal ilmiah, karena artikel jurnal dianggap
             sebagai bentuk akhir laporan penelitian setelah melalui berbagai
             tahap perbaikan, misalnya berdasarkan masukan dari presentasi di
             konferensi. Untuk menambah lingkup dari tinjauan cakupan ini, kami
             tidak menerapkan batasan waktu publikasi, metodologi penelitian,
             peneliti, maupun tipe partisipan dalam penelitian. Kami menetapkan
             batasan bahasa pada literatur yang ditinjau, yakni bahasa Indonesia
             dan bahasa Inggris.





                                                                                      275
   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312