Page 306 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 306
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Melihat signifi kansi peran media sosial dalam tatanan masyarakat
Indonesia, kami melakukan peninjauan terhadap penelitian-
penelitian mengenai media sosial dan masyarakat Indonesia yang
telah dipublikasikan di berkala ilmiah berkualitas. Teknik peninjauan
yang dilakukan adalah tinjauan cakupan (scoping review). Pola
penelitian yang muncul dan teridentifi kasi dalam tinjauan ini akan
diolah sehingga mampu mencapai tujuan peninjauan, yakni: (1)
mengidentifi kasi bidang ilmu dari penelitian terkait media sosial di
Indonesia; (2) menemukan masalah dan solusi yang diidentifi kasi
dalam penelitian tentang penggunaan media sosial di Indonesia; dan
(3) mengidentifi kasi peran yang bisa diambil Psikologi khususnya
peneliti psikologi di masa depan dalam kajian ilmiah terkait media
sosial di Indonesia.
Teknik Tinjauan Cakupan
Tinjauan cakupan merupakan metode yang berguna untuk
memetakan konsep kunci dalam sebuah area penelitian dan jenis-
jenis evidensi yang tersedia. Teknik tinjauan ini akan tepat dilakukan
jika kajian-kajian sebelumnya tentang topik yang ditentukan masih
minim. Tinjauan cakupan biasanya dilakukan sebelum melakukan
tinjauan sistematis ( systematic review), karena tinjauan cakupan
akan menentukan apakah penelitian-penelitian yang dipetakan
layak untuk ditindaklanjuti dengan tinjauan sistematis. Tinjauan
sistematis sendiri biasanya lebih difokuskan untuk memeriksa
kualitas penelitian serta melakukan sintesa terhadap hasil penelitian
yang ditinjau (Arksey & O’Malley, 2005).
Penggunaan tinjauan ini masih tergolong baru di Indonesia.
Kiling dan Bunga (2015) telah melakukan pendekatan ini untuk
mendeteksi penelitian psikologi dengan kualitas baik yang terindeks
oleh pangkalan data terbesar psikologi, yaitu PsycINFO. Melakukan
tinjauan cakupan dan atau tinjauan sistematis memiliki banyak
kegunaan. Kami beranggapan bahwa baik tinjauan cakupan maupun
tinjauan sistematis sendiri merupakan cara untuk memproduksi
temuan ilmiah yang cenderung lebih cepat dan murah, namun
tidak kalah unsur teliti-nya (rigor) dibandingkan dengan melakukan
penelitian baru. Hirarki evidensi yang dikembangkan oleh The
274

