Page 170 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 170
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Penggunaan media sosial yang terlalu intens membuat anak-remaja
menjadi kurang sigap dan aware dengan pengaruh negatif yang akan
mereka temui di media sosial. Penggunaan media sosial pada anak dan
remaja setidaknya harus mendapatkan supervisi dari orangtua, karena
banyak studi menyatakan bahwa relasi anak-remaja yang terlalu intens
dalam menggunakan media sosial dapat mengarahkan mereka pada
kondisi kesehatan mental yang buruk. Dalam kondisi tersebut akan
lebih mudah bagi predator untuk mempengaruhi mereka.
Psikologi dan Human Traffi cking melalui Media Sosial
Sebagai sebuah ulasan kritis, kiranya penulis perlu menyampaikan
pendapat tentang peran psikologi dalam kasus human traffi cking
yang terjadi melalui penggunaan media sosial oleh anak dan remaja.
Semakin meningkatnya kasus human traffi cking melalui media sosial
ini menimbulkan keprihatinan yang dalam dan membuat semua pihak
harus mulai memikirkan cara agar hal tersebut tidak terjadi pada lebih
banyak anak dan remaja di Indonesia. Pendekatan yang komprehensif
amat diperlukan terutama karena kasus ini kemudian terkait pula
dengan masalah medis, psikologis, psikososial, perubahan sosial
masyarakat, kebijakan nasional dan terutama masalah hukum. Di sini
peran psikolog akan lebih banyak mengarah pada tindakan preventif
bagi masyarakat atau komunitas serta tindakan kuratif bagi korban
human traffi cking itu sendiri. Berikut adalah tindakan-tindakan baik
yang bersifat preventif maupun kuratif yang dapat diperankan oleh
psikolog dalam rangka mengatasi kasus human traffi cking di Indonesia.
a. Melakukan Psikoedukasi Berbasis Keluarga. Kegiatan ini dapat
berupa memberikan wawasan kepada orang tua tentang resiko
penggunaan media sosial bagi anak dan remaja, dan bagaimana
sebaiknya orangtua berperan sebagai pendamping anak dan
mengawasi kegiatan anak-remaja saat mereka menggunakan
media sosial. Orang tua harus disadarkan bahwa anak-anak
saat ini sangat menyukai penggunaan media sosial. Sebagian
bahkan memperlihatkan keterikatan yang sudah tak wajar (adiksi)
sebagaimana tampak pada perubahan perilaku mereka. Kontrol dari
orang tua menjadi penting dengan cara membantu mengembalikan
mereka pada aktivitas yang secara prioritas lebih penting, yaitu
138

