Page 45 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 45

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik








               DECONSTRUCTION AND RECONSTRUCTION
                    OF THE ROLES OF LIBRARIANS AND
                     LIBRARIANSHIP FROM A CRITICAL
                                   PERSPECTIVE



                                    Rahma Sugihartati
                          Department of Information and Library Science
                          Faculty of Social Science and Political Science
                                    Universitas Airlangga

                                  Surabaya, 60286, Indonesia
                               rahma.sugihartati@fisip.unair.ac.id

                                         Abstrak


            Upaya  untuk  mengembangkan  peran  perpustakaan  dan  librarianship  tidaklah
            mungkin dilakukan hanya dengan mengandalkan aktivitas rutin atau program-
            program  mainstream  yang  konvensional,  seperti  menghimpun,  menyebarkan
            koleksi ataupun membangun sebuah sistem informasi perpustakaan. Yang penting
            dilakukan oleh pustakawan adalah mendekonstruksi peran kepustakawanan mereka
            secara kritis agar dapat dilahirkan gagasan-gagasan, peran-peran dan peluang-
            peluang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan
            zaman. Lebih dari sekadar memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang varian
            teori kritis, ketika para  pustakawan  dituntut  untuk  melakukan  dekonstruksi  atas
            peran dan aktivitas rutin yang selama ini mereka lakukan, maka yang penting adalah
            melakukan rekonstruksi, yaitu bagaimana pustakawan dapat terlibat dalam praktik-
            praktik kritis dengan menggunakan tradisi pemikiran-pemikiran kritis. Pemikiran
            teoritisi  Post-Strukturalisme  seperti  Derrida dan Foucault dapat menjadi pijakan
            mengembangkan diri untuk terlibat dalam praktik-praktik kepustakawanan kritis.
            Tanpa didukung kesadaran dan kesediaan untuk berpikir kritis, maka program-
            program perbaikan yang dikembangkan tidak akan mampu menawarkan alternatif
            perubahan  yang  berarti.  Untuk  keluar  dari  aktivitas-aktivitas  rutin  dan  program-
            program dominan yang selama ini telah dilakukan, maka munculnya kesadaran
            berpikir kritis menjadi penting, karena upaya mendekonstruksi dan merekonstruksi
            akan menghasilkan perubahan progresif yang bermakna bagi masyarakat.
            Kata kunci:  dekonstruksi,  rekonstruksi,  perspektif  kritis,  kepustakawanan,
            perpustakaan

            Rahma Sugihartati &Laksmi                                      25
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50